Pengabdian Kader Sang Surya di Tubaba H. Susilo Aris Nugroho, dari Ilmuwan Jadi Petani Teladan

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok Teras Informasi

Dok Teras Informasi

Dengan tubuh kurus, jenggot yang menghiasi wajah, dan sorot mata teduh namun tegas, H. Susilo Aris Nugroho memancarkan kewibawaan yang alami. Setiap kalimat yang terucap mengalir runtut dan menenangkan, mencerminkan perjalanan intelektual dan pengalaman hidupnya yang kaya.

Menyandang gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Sarjana Agama dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pria yang kini memimpin Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung ini justru memilih jalan hidup yang tak terduga: menjadi petani.

Di Tubaba, ia akrab disapa “Mas Aris,” panggilan yang mencairkan batas sosial. Tidak ada kesan seorang pejabat organisasi besar pada dirinya. Ia lebih memilih aroma tanah, getah karet, dan deru mesin pengolah singkong daripada berlama-lama di ruang pertemuan ber-AC. Baginya, ladang bukan sekadar sumber nafkah, melainkan ruang dakwah, pengabdian, dan pendidikan bagi mereka yang bekerja bersamanya.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak banyak orang dengan latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan dan agama yang memilih kembali ke kampung halaman untuk bertani. Namun, bagi Susilo Aris Nugroho, kembali ke Tubaba adalah panggilan jiwa.

“Ilmu itu bukan untuk membuat kita tinggi, melainkan untuk membuat kita bermanfaat,” ujarnya sambil mengawasi pekerja menyadap getah karet.

Ia pulang dengan semangat membangun, bukan dengan pidato atau proyek besar, tetapi dengan menata sektor paling dasar: pertanian. Kedaulatan pangan adalah fondasi kemandirian masyarakat. Petani yang kuat akan menciptakan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat akan memudahkan pembinaan, pendidikan, serta perawatan moral dan sosial masyarakat.

Sebagai petani yang memiliki lahan kebun karet, lahan ketela, dan budidaya tanaman pangan, Susilo mempekerjakan sejumlah karyawan tetap yang dianggapnya sebagai keluarga besar.

Baca Juga :  Wabup Nadirsyah Dorong Warga Tubaba Manfaatkan Peluang Kerja dari SGC

Dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan petani, Susilo memperkenalkan terobosan baru dengan menggandeng kolega dari Malaysia. Mereka membawa teknologi penyadapan karet sistem tebuk yang terbukti meningkatkan produksi getah secara signifikan. Bahkan, Jenderal Moeldoko menyempatkan hadir di perkebunan karet Opal Nenemo milik Susilo untuk mempraktikkan metode yang dipercaya tidak merusak batang karet dan memperpanjang usia produktif pohon.

Hubungan antara Susilo dan para pekerja lebih dari sekadar relasi majikan-buruh. Mereka sering makan, berdiskusi, dan saling membantu masalah keluarga. “Saya ingin membangun orang, bukan hanya mempekerjakan mereka,” tegasnya.

Para pekerja mengenal Susilo sebagai sosok yang tidak banyak bicara, namun selalu tepat sasaran. Ia memulai hari lebih awal dari petani lainnya, memastikan semua pekerjaan berjalan lancar sebelum mengurus agenda organisasi.

Sebagai Ketua PDM Tubaba, ia sering berpindah tempat untuk pembinaan cabang, konsolidasi amal usaha, diskusi kaderisasi, dan menghadiri majelis resmi. Namun, di sela kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri kembali ke ladang.

“Ladang ini membuat saya tetap eling,” ujarnya sambil tersenyum.

Baginya, jabatan Ketua PDM adalah amanah yang harus ditunaikan dengan rendah hati. Ia mengajak seluruh kader Muhammadiyah di Tubaba untuk meneladani kemandirian ekonomi. Dakwah bukan hanya ceramah, tetapi juga keteladanan dalam bekerja, mengelola sumber daya, dan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi keluarga dan lingkungan.

Ia berpesan kepada para kader muda: “Jangan takut menjadi petani. Tanah kita luas. Jangan semua ingin jadi pegawai. Kita butuh kader yang menanam.”

Baca Juga :  Wabup Tinjau Tubaba Q Sehat, Bicara Sampah Jadi Kas Pengajian

Sebagai tokoh Muhammadiyah, ia dikenal moderat dan bijak. Ia menjadi penyeimbang ketika arus politik identitas muncul, memberikan pendapat kritis dengan santun.

“Muhammadiyah itu memajukan dan mencerahkan, bukan memecah,” tegasnya.

Dalam forum internal, ia tegas dan sistematis. Dalam perjumpaan masyarakat, ia ramah dan mudah didekati. Ketegasan dan ketulusannya membuatnya dihormati.

Keputusan menjadi petani membuatnya dekat dengan realitas warga, memahami harga getah karet, tantangan pupuk mahal, dan kesulitan pekerja. Semua itu menjadi modal berharga dalam memimpin organisasi. Dakwahnya tidak hanya wacana, tetapi solusi untuk persoalan sehari-hari umat.

Warga Tubaba mengenal Susilo sebagai tokoh yang aktif mengawal kegiatan sosial, dari pembangunan masjid hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga. Atas pengabdiannya, ia menerima penghargaan Satya Lencana Adhitya Karya Mahatva Yodha Utama 2022 dari Gubernur Lampung.

Baginya, dakwah adalah cara hidup, bukan sekadar seragam yang dipakai saat rapat.

Susilo Aris Nugroho tidak mencari sorotan. Ia bekerja dalam diam, mengayomi tanpa gembar-gembor. Dalam kesunyian itulah keteladanan tumbuh.

Sebagai kader Sang Surya, ia menghadirkan wajah Muhammadiyah yang membumi: agama yang dipraktikkan di ladang, di rumah, di tengah masyarakat; ilmu yang menjejak pada tanah tempat ia menanam harapan.

Di Tubaba, pengabdiannya meneguhkan bahwa kebesaran Muhammadiyah lahir dari kader-kader di daerah yang bekerja tanpa pamrih.

Sosok kurus berjenggot ini mungkin tidak sering tampil di panggung besar. Namun, dari ladang karet dan ketela, ia menumbuhkan nilai kemandirian, ketulusan, dan pengabdian. Dari sana, cahaya Sang Surya terus menyala, memberi arah bagi banyak orang di bumi Ragem Sai Mangi Wawai, Tubaba.

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi
Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026
Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  
DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030
DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  
Sengketa Lahan Puluhan Tahun: Warga Candra Kencana Harus Relakan Tanah Garapan ke Pihak Bandar Dewa
Hari Kedelapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Perkuat Ekonomi Desa Lewat Penyuluhan BUMDes, PAJALE, dan UMKM  
Gotong Royong Satgas TMMD & Warga Desa Baru Raharja: Pengecoran Gorong-Gorong Dikebut Agar Segera Bermanfaat  

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  

Senin, 27 Juli 2026 - 14:05 WIB

DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030

Senin, 27 Juli 2026 - 11:58 WIB

DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  

Berita Terbaru