TERAS INFORMASI – Sebanyak 23 prajurit Korps Marinir TNI AL dilaporkan gugur akibat longsor yang terjadi di Cisarua, 23 Prajurit Marinir Gugur dalam Longsor Cisarua, 4 Jenazah Sudah Ditemukan
Hingga saat ini, tim evakuasi telah menemukan empat prajurit dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk identifikasi dan penanganan sesuai prosedur militer.
Longsor terjadi mendadak setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Kondisi tanah labil diduga menjadi pemicu utama runtuhnya tanah dan bebatuan yang menimbun area latihan.
Sejumlah prajurit lainnya masih tertimbun, sehingga proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Basarnas, BPBD, kepolisian, dan relawan dengan menggunakan alat berat serta peralatan manual.
Para prajurit sedang melaksanakan latihan pratugas sebagai persiapan untuk penugasan operasi di wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini, yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental tinggi. Kegiatan latihan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin militer untuk memastikan kesiapan personel sebelum ditempatkan di daerah strategis dan rawan.
Pihak TNI AL menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan proses pencarian akan dilakukan secara maksimal hingga seluruh prajurit yang tertimbun ditemukan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, khususnya di wilayah perbukitan Bandung Barat mengingat curah hujan yang masih tinggi.Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut terjadi saat mereka tengah menjalani latihan, lalu tiba-tiba diterjang material longsor dari perbukitan sekitar.
Hingga saat ini, tim evakuasi telah menemukan empat prajurit dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk identifikasi dan penanganan sesuai prosedur militer.
Longsor terjadi mendadak setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Kondisi tanah labil diduga menjadi pemicu utama runtuhnya tanah dan bebatuan yang menimbun area latihan.
Sejumlah prajurit lainnya masih tertimbun, sehingga proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Basarnas, BPBD, kepolisian, dan relawan dengan menggunakan alat berat serta peralatan manual.
Para prajurit sedang melaksanakan latihan pratugas sebagai persiapan untuk penugasan operasi di wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini, yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental tinggi. Kegiatan latihan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin militer untuk memastikan kesiapan personel sebelum ditempatkan di daerah strategis dan rawan.
Pihak TNI AL menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan proses pencarian akan dilakukan secara maksimal hingga seluruh prajurit yang tertimbun ditemukan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, khususnya di wilayah perbukitan Bandung Barat mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Penulis : Maskut CN
Editor : Ahmad Sobirin
















