TERAS INFORMASI, TULANG BAWANG BARAT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tengah gencar melakukan transformasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Di bawah kepemimpinan dr. Pramono Satrio Wibowo, rumah sakit ini menargetkan kenaikan status menjadi tipe C dengan menghadirkan layanan spesialis yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Langkah penting ini ditandai dengan pembangunan gedung baru tiga lantai yang akan menjadi pusat penanganan medis modern. Transformasi tidak hanya fokus pada peningkatan fisik, namun juga untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan berkualitas tanpa harus keluar daerah.
Salah satu terobosan utama adalah pengadaan teknologi medis mutakhir untuk menangani kasus penyakit kritis Kanker, Jantung, dan Stroke (KJS). RSUD Tubaba akan dilengkapi dengan alat Cath Lab yang memungkinkan tindakan pembersihan pembuluh darah jantung (PCI) dan penanganan saraf melalui metode minimal invasif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan memperkuat kapasitas perawatan intensif secara signifikan dengan menyediakan ruang ICU, PICU, NICU, hingga ICU Jantung untuk memastikan pasien dengan kondisi kritis mendapatkan penanganan terbaik secara cepat dan tepat,” ujar dr. Pramono.
Bagi warga wilayah utara Tubaba, layanan Hemodialisa (cuci darah) yang sedang dalam tahap finalisasi perizinan menjadi kabar baik. Pasien gagal ginjal tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke kabupaten tetangga untuk mendapatkan perawatan rutin.
Untuk menjamin kualitas layanan, RSUD Tubaba menerapkan Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS), di mana para dokter spesialis akan memberikan pelayanan penuh waktu dari Senin hingga Sabtu.
Transformasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tubaba. Sekretaris Daerah, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kita ingin memakmurkan aset daerah sendiri. Dengan memperkuat sistem rujukan satu pintu dan memastikan fasilitas mampu menangani berbagai kasus medis, RSUD Tubaba akan tumbuh menjadi institusi yang kuat dan mandiri,” ungkap Iwan Mursalin pada rapat di Ruang Rapat Sekda, Selasa (13/01/2026).
Visi ini juga mencakup penguatan kerja sama dengan BPJS Kesehatan serta komitmen menjaga cakupan kesehatan semesta (UHC) melalui penguatan kepesertaan masyarakat. Pendapatan dari rujukan pasien akan digunakan untuk pengembangan fasilitas dan layanan lebih lanjut.
Meskipun operasional gedung baru diperkirakan penuh pada tahun 2027, manajemen RSUD optimistis dapat menunjukkan peningkatan performa layanan yang signifikan sepanjang tahun 2026.
“Dukungan regulasi dan komitmen rujukan dari pemerintah daerah adalah kunci. RSUD Tubaba bukan hanya akan menjadi pusat penyembuhan, tapi juga aset kebanggaan yang sehat secara layanan maupun finansial,” pungkas dr. Pramono.
Penulis : Rilis Komdigi Tubaba
Editor : Ahmad Sobirin
















