Sejarah Makam Kramat Tubagus Haji Mustofa: Tokoh Penyebar Islam dari Banten ke Lampung

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI — Makam Kramat Desa Bandar Dewa, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, menjadi saksi sejarah perjalanan penyebaran agama Islam di Lampung. Tempat peristirahatan terakhir ini milik Tubagus Haji Mustofa, seorang ulama dan mubalig penting yang berasal dari Banten – pusat penyebaran Islam di bagian barat Nusantara pada masa lampau.

Nama “Tubagus” menunjukkan bahwa beliau berasal dari keturunan bangsawan atau keluarga ulama terpandang Kesultanan Banten. Dengan ilmu agama yang mendalam, beliau melakukan perjalanan dakwah ke berbagai wilayah, termasuk pedalaman Lampung yang kala itu masih jarang tersentuh pendidikan Islam secara sistematis.

Baca Juga :  Zakat Menyala di Dunia Pendidikan BAZNAS Tubaba Salurkan Beasiswa Akademik untuk 30 Pelajar Gunung Terang dan Batu Putih

Setelah menetap di Bandar dewa, Tubagus Haji Mustofa melakukan dakwah dengan pendekatan damai, penuh hikmah, serta menghormati adat budaya masyarakat setempat. Melalui pengajian, pembinaan akhlak, dan keteladanan, ajaran Islam perlahan diterima oleh warga sekitar.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengajarkan syariat Islam, beliau juga berperan membangun tatanan sosial masyarakat dengan menanamkan nilai kejujuran, kebersamaan, gotong royong, dan keadilan. Karena kontribusinya yang besar, beliau sangat dihormati semasa hidupnya.

Baca Juga :  Polres Tubaba & Polsek Tumijajar Tindak Cepat, Jembatan Way Kali Nuri Putus di Tubaba Udik

Setelah wafat, makamnya kini dikenal sebagai makam kramat yang sering diziarahi masyarakat dari berbagai daerah. Bagi warga setempat, makam ini bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga simbol sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Tulang Bawang Tengah.

Keberadaan makam Tubagus Haji Mustofa juga menjadi bukti hubungan historis antara Banten dan Lampung dalam proses Islamisasi Nusantara. Nilai perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan beliau terus dikenang dan diwariskan sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat setempat.

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kunjungan Penting ke Kota Baru Lampung, Komisi V DPR RI dan Ketua MA RI Tinjau Pembangunan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
Seskab Teddy Indra Wijaya Bertemu Wakil Panglima TNI untuk Perkuat Sinergi Sipil-Militer  
Pemkab Tubaba Perkuat Sinergi Program Nasional, Bupati Buka Rakor Koperasi Desa Merah Putih
Empat Putri Gus Dur Berperan Aktif di Berbagai Bidang Strategis
BUPATI TUBABA HADIRI PELANTIKAN PENGURUS DPD-DPC PARTAI NASDEM TUBABA PERIODE 2025-2029
HARLAH NU KE-100 AKAN DIGELAR AKBAR DI ISTORA SENAYAN 31 JANUARI
PDIP TARGETKAN 10 KURSI DPRD TUBABA, HJ. WINARTI: “KITA YANG HARUS MENGHARGAI PARTAI DAN DIRI SENDIRI”

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:27 WIB

Dua Kunjungan Penting ke Kota Baru Lampung, Komisi V DPR RI dan Ketua MA RI Tinjau Pembangunan

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:19 WIB

Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:04 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya Bertemu Wakil Panglima TNI untuk Perkuat Sinergi Sipil-Militer  

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:50 WIB

Pemkab Tubaba Perkuat Sinergi Program Nasional, Bupati Buka Rakor Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:40 WIB

Empat Putri Gus Dur Berperan Aktif di Berbagai Bidang Strategis

Berita Terbaru