TERAS INFORMASI — Makam Kramat Desa Bandar Dewa, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, menjadi saksi sejarah perjalanan penyebaran agama Islam di Lampung. Tempat peristirahatan terakhir ini milik Tubagus Haji Mustofa, seorang ulama dan mubalig penting yang berasal dari Banten – pusat penyebaran Islam di bagian barat Nusantara pada masa lampau.
Nama “Tubagus” menunjukkan bahwa beliau berasal dari keturunan bangsawan atau keluarga ulama terpandang Kesultanan Banten. Dengan ilmu agama yang mendalam, beliau melakukan perjalanan dakwah ke berbagai wilayah, termasuk pedalaman Lampung yang kala itu masih jarang tersentuh pendidikan Islam secara sistematis.
Setelah menetap di Bandar dewa, Tubagus Haji Mustofa melakukan dakwah dengan pendekatan damai, penuh hikmah, serta menghormati adat budaya masyarakat setempat. Melalui pengajian, pembinaan akhlak, dan keteladanan, ajaran Islam perlahan diterima oleh warga sekitar.
Selain mengajarkan syariat Islam, beliau juga berperan membangun tatanan sosial masyarakat dengan menanamkan nilai kejujuran, kebersamaan, gotong royong, dan keadilan. Karena kontribusinya yang besar, beliau sangat dihormati semasa hidupnya.
Setelah wafat, makamnya kini dikenal sebagai makam kramat yang sering diziarahi masyarakat dari berbagai daerah. Bagi warga setempat, makam ini bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga simbol sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Tulang Bawang Tengah.
Keberadaan makam Tubagus Haji Mustofa juga menjadi bukti hubungan historis antara Banten dan Lampung dalam proses Islamisasi Nusantara. Nilai perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan beliau terus dikenang dan diwariskan sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat setempat.
Penulis : Maskut CN
Editor : Ahmad Sobirin
Sumber Berita: Berbagai sumber
















