TERAS INFORMASI, BANDAR LAMPUNG – Pertanyaan yang sering muncul di media sosial terkait nama Kabupaten Way Kanan akhirnya terjawab. Banyak warganet yang mengajukan pertanyaan sederhana namun menggelitik rasa penasaran: “Jika ada Way Kanan, apakah ada Way Kiri?” Diskusi tentang asal-usul penamaan wilayah ini kini mendapatkan klarifikasi terkait sejarah dan geografi di Provinsi Lampung.
Istilah “Way” sendiri merupakan kata dalam bahasa Lampung yang berarti sungai. Penamaan Way Kanan tidak muncul secara acak, melainkan merujuk pada posisi dan alur sungai utama yang menjadi tulang punggung wilayah tersebut. Kawasan ini tumbuh dan berkembang mengikuti jalur sungai yang telah menjadi nadi kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu.
Asal Usul Sungai dan Kabupaten Way Kanan
Sungai Way Kanan terbentuk dari pertemuan dua aliran sungai besar, yaitu Way Besai yang bersumber dari Kabupaten Lampung Barat (Kecamatan Sumber Jaya) dan Way Umpu yang mengalir dari wilayah Pagar Dewa, juga di Lampung Barat. Kedua sungai ini bertemu di wilayah Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, sebelum kemudian dikenal sebagai Sungai Way Kanan.
Selain sebagai penanda geografis, sungai ini berperan vital bagi aktivitas masyarakat. Sejak dahulu, dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, jalur transportasi tradisional, hingga penunjang sektor pertanian lokal. Tak heran jika nama sungai tersebut kemudian diabadikan sebagai nama wilayah administratif yang kita kenal saat ini.
Way Kiri Pun Ada di Lampung Utara
Ternyata, sungai dengan nama Way Kiri memang ada di Provinsi Lampung. Aliran sungai ini berasal dari dua sumber utama: Way Sungkai di Kecamatan Sungkai Utara dan Way Abung (atau dikenal juga sebagai Way Rarem) yang berada di Kabupaten Lampung Utara. Kedua aliran ini bertemu di kawasan Muara Sungkai, Lampung Utara, membentuk satu aliran besar yang dinamakan Sungai Way Kiri.
Sama seperti Way Kanan, Way Kiri juga memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di sepanjang alirannya. Sungai ini menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar melalui sektor pertanian, perikanan, serta memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Istilah “kiri” dan “kanan” dalam nama kedua sungai tersebut merujuk pada posisi aliran jika dilihat mengikuti arah arus utama sungai besar.
Keduanya Bermuara ke Way Tulang Bawang
Menariknya, baik Way Kanan maupun Way Kiri pada akhirnya bermuara pada satu sistem sungai besar, yaitu Sungai Way Tulang Bawang. Pertemuan kedua aliran ini terjadi di dua lokasi, yakni wilayah Pagar Dewa di Kabupaten Tulang Bawang Barat dan kawasan Rawa Jitu Timur di Kabupaten Tulang Bawang. Dari sinilah, aliran sungai besar tersebut melanjutkan perjalanannya menuju kawasan rawa dan pesisir pantai.
Penamaan Sebagai Cerminan Sejarah dan Budaya
Penamaan Way Kanan bukan sekadar istilah unik, melainkan cerminan dari sejarah geografis dan budaya masyarakat Lampung yang telah hidup berdampingan dengan sungai sejak lama. Dengan demikian, rasa penasaran warganet terkait keberadaan Way Kiri pun terjawab – kedua sungai tersebut menjadi bagian penting yang membentuk wajah geografis dan kehidupan masyarakat Provinsi Lampung hingga hari ini.
Penulis : Maskut CN
Editor : Ahmad Sobirin



.png)










