TERAS INSPIRASI — Pak Ardawi (67), yang akrab disapa Pak Dawi, telah lebih dari satu dekade menggeluti profesi tukang sol sepatu di pinggir jalan. Sejak 25 Maret 2018, ia konsisten membuka jasanya di gubuk kecil di Jalan Sultan Badaruddin, Kelurahan Susunanbaru, Kota Bandar Lampung.
Dengan peralatan yang tidak terlalu lengkap, Pak Dawi melayani pelanggan untuk memperbaiki sepatu, sandal, hingga tas. Gubuk tepi jalan tersebut menjadi bukti ketekunan dan perjuangannya dalam mencari nafkah bagi keluarga.
Ia menghidupi istri dan delapan anak dari hasil pekerjaannya. Sebelumnya, Pak Dawi memiliki 11 anak, namun tiga di antaranya telah wafat. Meskipun penghasilan hariannya tidak tetap, cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
“Pekerjaan ini adalah jalan halal yang bisa saya lakukan di usia senja, tanpa harus bergantung pada orang lain,” ujar Pak Dawi yang bersyukur meskipun penghasilannya tidak besar.
Sebelum menjadi tukang sol sepatu, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan serabutan, termasuk menjadi pekerja borongan bangunan yang menangani pemasangan keramik dan pembuatan kamar mandi. Namun seiring bertambahnya usia dan keterbatasan tenaga, ia memilih beralih ke pekerjaan yang dinilai lebih ringan namun tetap menghasilkan.
Kisah Pak Dawi menjadi contoh nyata perjuangan kepala keluarga yang tidak pernah menyerah. Dengan ketekunan dan kejujuran, ia terus bertahan di tengah kesulitan kehidupan kota, membuktikan bahwa kerja keras tetap menjadi sandaran hidup hingga usia lanjut.
Penulis : Maskut CN
Editor : Ahmad Sobirin
















