TERAS INFORMASI, TULANG BAWAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menunjukkan komitmen mendukung program nasional Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan strategis seluas 9,4 hektare. Survei dan verifikasi teknis terhadap lahan tersebut dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) bersama Balai Satuan Kerja Provinsi Lampung pada Kamis (08/01/2026).
Lahan yang diusulkan berlokasi di Tiyuh Kantong Panaragan dan Tiyuh Pulung Kencana, bersebelahan dengan Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba. Lokasi ini dinilai memenuhi kriteria dasar pembangunan sarana pendidikan terpadu dengan posisi yang strategis.
Kegiatan survei lapangan didampingi langsung oleh Bupati Tubaba Novriwan Jaya bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Asisten II, Dinas PUPR, Perkimta, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, BKAD, dan Dinas Perhubungan.
Perwakilan KemenPUPR dari Satuan Kerja Pelaksanaan Sarana Prasarana Strategis Lampung, Pendi M.Y., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari verifikasi teknis atas usulan Sekolah Rakyat yang diajukan Pemkab Tubaba. “Secara teknis, lokasi ini sudah memenuhi persyaratan. Akses jalan memadai, jaringan air tersedia, permukaan tanah rata, serta luas lahan mencukupi ketentuan minimal,” ungkapnya.
Meski demikian, Pendi menegaskan keputusan akhir penetapan lokasi berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos), sementara KemenPUPR hanya bertugas melakukan penilaian dan pelaporan teknis. “Saat ini kami menunggu kelengkapan administrasi, seperti sertifikat tanah, dokumen KTR, dan KKPR. Setelah itu, hasil verifikasi akan kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan Kemensos,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa persaingan usulan cukup ketat karena program ini diajukan hampir seluruh daerah di Indonesia. Untuk Provinsi Lampung, telah ditetapkan tiga lokasi, yakni Kota Baru (usulan provinsi), Sukadana (Lampung Timur), dan Desa Candu (Kalianda, Lampung Selatan). Apabila usulan Tubaba disetujui, tahapan perencanaan diperkirakan berlangsung 1-2 bulan, dengan target lelang dimulai Agustus 2026 agar sebagian bangunan dapat difungsikan pada tahun ajaran berikutnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat diperkirakan membutuhkan anggaran minimal Rp200 miliar. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang kelas SD, SMP, SMA, asrama siswa putra-putri, kantin, rumah ibadah, ruang serba guna, dan sarana olahraga terpadu, dengan proyeksi rampung dalam waktu sekitar 10 bulan.
Bupati Tubaba Novriwan Jaya menegaskan kesiapan daerah mendukung program tersebut baik dari sisi lahan maupun koordinasi lintas kementerian. “Kami telah menyiapkan lahan dan sebelumnya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Sosial. Harapan kami, selain Sekolah Rakyat, kawasan ini juga dapat dilengkapi dengan fasilitas olahraga berstandar nasional,” katanya.
Menurutnya, konsep pembangunan terpadu akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Tubaba dalam pemenuhan akses pendidikan dan sarana publik yang representatif. “Kawasan ini memang kami rancang untuk mendukung program strategis nasional. Lokasinya strategis dan sesuai ketentuan, sehingga kami berharap realisasi Sekolah Rakyat di Tubaba dapat segera terwujud,” pungkasnya.
Penulis : Ade Mahpudin
Editor : Ahmad Sobirin
















