Satu Komando PBNU: Kyai Muhyiddin Tohir Tegaskan Ikuti Rois Aam

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengeluarkan pernyataan resmi pada 13 Desember 2025 yang menegaskan bahwa dirinya masih Ketua Umum PBNU yang sah

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANG BAWANG BARAT — Isu internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mencuat setelah Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengeluarkan pernyataan resmi pada 13 Desember 2025 yang menegaskan bahwa dirinya masih Ketua Umum PBNU yang sah menurut hukum dan konstitusi organisasi (tertulis dalam Surat Keputusan Kemenkumham RI).

Pernyataan ini menjadi respons atas hasil Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 yang menyatakan pemberhentian Gus Yahya dan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (PJ) Ketua Umum PBNU.

Pernyataan Gus Yahya ini dipublikasikan melalui media nasional, memicu perbincangan di kalangan Nahdliyyin di berbagai daerah.

Menanggapi dinamika tersebut, Wakil Katib Syuriyah PBNU, KH Muhyiddin Tohir, memberikan sikap yang mengedepankan ketenangan dan kepatuhan terhadap mekanisme organisasi.

Dalam keterangannya beberapa hari lalu, (11/12/2025) saat menghadiri acara wisuda di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Tulang Bawang Barat, provinsi Lampung, Kyai Muhyiddin menyampaikan bahwa seluruh struktur NU — baik PWNU, PCNU, MWC NU, ranting, maupun anak ranting — diminta tetap mengikuti keputusan pimpinan tertinggi organisasi, yakni Rois Aam PBNU.

“Keputusannya sudah jelas. Rois Aam telah menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai PJ Ketua Umum PBNU. Jadi semuanya harus tenang dan fokus pada kegiatan organisasi. Untuk struktur PWNU, PCNU, MWC NU, dan banom NU, tetap beraktivitas seperti biasa,” kata Kyai Muhyiddin.

Baca Juga :  Ketika NU Dilemahkan, Indonesia Sedang Diuji

Ia menekankan bahwa NU merupakan organisasi besar yang punya tata kelola internal serta aturan yang harus dihormati oleh seluruh warga Nahdliyyin. Pesan serupa ia sampaikan untuk meredam keresahan di tingkat basis, khususnya di kalangan pengurus wilayah dan ranting.

“Kita harap semua pihak tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan ukhuwah serta tradisi organisasi. Fokus kita adalah pelayanan umat dan dakwah, bukan konflik,” pungkas nya.

 

Penulis : Saharuddin Nur

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KABAR DUKA: Wafat Ning Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua PP Fatayat NU dan Ketua KPAI
Marwan Cik Asan Kunjungi Lokasi Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih di Tiyuh Toto Mulyo
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Tubaba dan Bank Lampung Matangkan Program KUR Super Mikro
Kisah Al-Qomah: Ibadah Rajin, Tapi Terhalang di Detik Ajal
DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Bumi Dipasena
Masyarakat Apresiasi Polres Tulang Bawang Barat Usai Ungkap Kasus Perampokan Senilai Rp 800 Juta
Dua Dermaga Eksekutif Bakauheni Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026
Wabup Nadirsyah Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan  

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:38 WIB

KABAR DUKA: Wafat Ning Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua PP Fatayat NU dan Ketua KPAI

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:57 WIB

Marwan Cik Asan Kunjungi Lokasi Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih di Tiyuh Toto Mulyo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:59 WIB

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Tubaba dan Bank Lampung Matangkan Program KUR Super Mikro

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:41 WIB

Kisah Al-Qomah: Ibadah Rajin, Tapi Terhalang di Detik Ajal

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:12 WIB

DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Bumi Dipasena

Berita Terbaru

Bandar Lampung

DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Bumi Dipasena

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:12 WIB