TULANG BAWANG BARAT – Merosotnya harga singkong beberapa waktu terakhir berdampak pada pendapatan dan keberlangsungan usaha petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Menyikapi hal ini, Sugar Group Companies (SGC) memperluas Program Kemitraan Tebu sebagai alternatif usaha pertanian yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Program ini mendapat respons positif saat disosialisasikan di Balai Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Selasa (23/12/2025). Antusiasme petani terlihat dari tingginya minat untuk mengetahui mekanisme, keuntungan, dan pola kerja sama jangka panjang yang ditawarkan. Kegiatan ini menjadi titik ke-20 sosialisasi kemitraan tebu SGC di Provinsi Lampung.
Hingga saat ini, sosialisasi telah dilakukan di 20 lokasi yang tersebar di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Lampung Tengah. Tiyuh Margo Mulyo dipilih sebagai titik strategis mengingat tingginya ketergantungan masyarakat pada komoditas singkong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan SGC, Ir. Sulis Prapto, menjelaskan bahwa program dirancang sebagai kerja sama jangka panjang selama 10 tahun yang memberikan kepastian pasar. Petani mengelola lahan secara mandiri mulai dari penanaman hingga panen, sementara SGC menyerap hasil panen dan memberikan pendampingan teknis berkelanjutan – meliputi budidaya, perawatan tanaman, hingga pengelolaan panen untuk optimalisasi produktivitas dan kualitas.
“Tebu sesuai dengan kondisi geografis Lampung dan dapat dipanen hingga tiga sampai empat kali dalam satu masa tanam dengan biaya produksi yang relatif lebih rendah,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tubaba menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif SGC. Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, menyampaikan bahwa kondisi petani saat ini tidak mudah akibat fluktuasi harga komoditas.
“Kehadiran SGC menjadi angin segar karena mau mendengar keluh kesah masyarakat dan menawarkan kerja sama untuk membantu petani keluar dari keterpurukan. Masyarakat tidak boleh terjebak pada kondisi yang sama tanpa mencari jalan keluar bersama,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Kemitraan tebu merupakan peluang baik karena memberikan kepastian pasar dan pendampingan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Kami berharap masyarakat dapat menyimak penjelasan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini.”
Nadirsyah juga mengajak warga untuk menyebarkan informasi sosialisasi kepada masyarakat lain yang belum dapat hadir, karena kemajuan daerah hanya tercapai jika seluruh masyarakat maju bersama.
Penulis : Ade Mahpudin
Editor : Ahmad Sobirin
















