TAJUK Teras Informasi — “Ambruknya jembatan Kali Nughik – penghubung vital Kecamatan TBU-TBT – setelah hujan deras, membuat media lokal Tubaba heboh dan masyarakat histeris. Jembatan yang sepuh, renta, dan dibangun sebelum kabupaten Tubaba terbentuk itu akhirnya roboh, meskipun usianya sudah melewati batas wajar kekuatan infrastruktur.
Dibalik kepanikan, muncul “berkah bencana” di mana jembatan yang puluhan tahun tak diperbaiki akan dibangun ulang. Gerak cepat Pemerintah Provinsi dan pemberitaan masif media lokal patut diapresiasi, tetapi publik harus waspada: setiap bencana sering menciptakan ruang bisnis politik.
Sejarah membuktikan, bencana bisa jadi pintu masuk bagi pemburu anggaran, makelar proyek, dan kontraktor yang menjadikan musibah sebagai peluang pribadi. Bahaya lebih besar jika proyek dibangun asal-asalan demi keuntungan, sehingga beberapa tahun kemudian kembali rusak dan menguras anggaran – yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Transparansi proses, kualitas konstruksi, dan pengawasan serius adalah harga mati. Jangan biarkan jembatan baru berdiri megah hanya untuk menjadi calon korban bencana berikutnya – bukan karena alam, melainkan karena mental pembangunan yang rapuh.
Penulis : Ahmad Basri : Ketua Kajian Kritis Kebijakan Pembangunan (K3PP)
Editor : Ahmad Sobirin
















