Tulang Bawang Barat – Duka menyelimuti keluarga Bapak Jajuli, warga Tiyuh Karta Raya, RT 02/RW 01, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), setelah rumah yang menjadi tempat berlindung keluarganya dilalap si jago merah pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kebakaran yang diduga kuat akibat korsleting listrik di kamar rumah tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ± Rp15 juta.
Di tengah puing-puing sisa kebakaran dan kepedihan yang dirasakan korban, kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi secercah harapan. Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap warga yang tertimpa musibah, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan tanggap bencana sebesar Rp2.000.000 kepada Bapak Jajuli.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi kejadian dan disaksikan oleh berbagai unsur terkait, sebagai simbol kuatnya sinergi lintas lembaga dalam membantu masyarakat yang sedang diuji. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Baznas Tubaba, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Tulang Bawang Udik, Kepalo Tiyuh Karta Raya, serta Babinsa. Selain Baznas, BPBD dan Dinas Sosial juga turut menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap korban bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, H. Pur, perwakilan Baznas Tubaba, menyampaikan bahwa Baznas hadir tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang terpanggil untuk saling menguatkan. Melalui Program Baznas Tanggap Bencana, Baznas berupaya memastikan bahwa korban bencana tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan membantu proses pemulihan pascakebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tulang Bawang Udik, Iwan Setiawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat memberikan bantuan kepada warganya.
“Sinergi dan kepedulian seperti inilah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, agar setiap warga yang tertimpa musibah merasa dikuatkan dan didampingi,” tuturnya.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan kehadiran pemerintah dan lembaga sosial dapat menjadi penopang moril sekaligus penguat ketangguhan sosial masyarakat. Musibah mungkin datang tanpa diduga, namun kepedulian dan solidaritas menjadi bukti bahwa harapan selalu hadir, bahkan di tengah abu dan puing kebakaran.
![]()
Penulis : Samsul
Editor : Ahmad Sobirin
















