Jakarta, Kamis (29/01/2026) — Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diadakan pada hari ini menandai babak baru islah dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Rapat tersebut menyepakati pemulihan kepengurusan PBNU seperti kondisi sebelum konflik internal muncul.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam rapat pleno, yang kemudian diterima dan dipersetujui oleh seluruh peserta. “Pleno menerima dan memaafkan Gus Yahya,” ujar salah satu peserta rapat.
Selanjutnya, rapat menyetujui pengembalian jabatan Ketua Umum PBNU kepada KH Yahya Cholil Staquf. KH Zulfa Musthofa, yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Ketua Umum, secara resmi menyerahkan kembali mandat kepemimpinan, sehingga seluruh susunan pengurus PBNU kembali seperti sebelum konflik terjadi.
Selain menyelesaikan persoalan kepemimpinan, peserta rapat juga menyepakati pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada April atau Mei 2026. Sedangkan Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus tahun yang sama.
Suasana rapat berlangsung emosional dengan sebagian peserta tampak terharu ketika keputusan islah disahkan. “Ada rasa lega dan bahagia,” ujar salah satu pengurus PBNU. Rapat ditutup dengan saling bersalaman antar pengurus sebagai tanda berakhirnya ketegangan internal.
Dengan keputusan ini, PBNU berharap dapat kembali memusatkan perhatian pada agenda keumatan dan kebangsaan, serta menyelenggarakan Muktamar NU mendatang dalam suasana yang lebih kondusif.
Penulis : Maskut CN
Editor : Ahmad Sobirin
















