Menjelang Ramadan, Tradisi Megengan, Punggahan, dan Nyadran Hidupkan Kearifan Budaya Jawa

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI — Menjelang bulan suci Ramadan, berbagai tradisi lokal kembali menghiasi kehidupan masyarakat Jawa. Tradisi megengan, punggahan, dan nyadran sebagai bagian dari kearifan budaya yang masih lestari hingga kini bukan sekadar seremoni turun-temurun, melainkan juga momentum mempererat silaturahmi, membersihkan hati, serta mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah.

 

Megengan: Berbagi sebagai Simbol Syukur dan Permohonan Maaf

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tradisi megengan ditandai dengan kebiasaan berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat. Warga membawa aneka hidangan sederhana dari rumah masing-masing, kemudian berkumpul untuk berdoa bersama. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan sosial yang hangat, di mana sekat usia dan status sosial lenyap dalam suasana kebersamaan.

 

Punggahan: Membersihkan Diri Sebelum Menjalani Puasa

 

Punggahan dimaknai sebagai bentuk “naik kelas” secara spiritual, yakni upaya membersihkan diri sebelum menjalani puasa. Dalam praktiknya, kegiatan ini sering dilakukan dengan selamatan di musala atau masjid. Masyarakat datang membawa makanan dari rumah, kemudian duduk bersama untuk berdoa, memohon kelancaran ibadah puasa, serta keselamatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Hanya 2 di Lampung! Tubaba Jadi Lokasi RSUD Unggulan Senilai 130 Miliar Siap Dibangun 2026

 

Nyadran: Penghormatan kepada Leluhur dan Pengingat Spiritual

 

Tradisi nyadran dijalankan melalui aktivitas ziarah kubur. Warga datang ke makam keluarga untuk membersihkan area pemakaman, menabur bunga, dan memanjatkan doa bagi para leluhur. Kegiatan ini sering dilakukan secara gotong royong, di mana masyarakat bekerja sama membersihkan rumput liar dan merapikan makam yang mulai rusak sebelum melaksanakan doa bersama yang khusyuk.

 

Selain itu, tradisi mengantar makanan dari yang lebih muda kepada yang lebih tua juga tetap dijaga. Anak-anak muda membawa hidangan ke rumah orang tua, kakek-nenek, atau sesepuh kampung sebagai simbol hormat dan bakti, sekaligus menanamkan nilai sopan santun sejak dini.

Baca Juga :  Sentuh Masa Depan Generasi, BAZNAS Tubaba Salurkan Bantuan Stunting di Tulang Bawang Udik

 

Selamatan Bersama: Penguat Rasa Persaudaraan

 

Di musala atau masjid, selamatan menjelang Ramadan menjadi pemandangan yang akrab. Setiap keluarga membawa makanan dari rumah masing-masing yang kemudian dikumpulkan untuk disantap bersama setelah doa. Hidangan sederhana tersebut menjadi simbol rezeki yang dibagi dan penguat rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Melalui ketiga tradisi tersebut, masyarakat Jawa tidak hanya merawat budaya, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap relevan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama, alam sekitar, dan Sang Pencipta menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Loading

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KABAR DUKA: Wafat Ning Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua PP Fatayat NU dan Ketua KPAI
Marwan Cik Asan Kunjungi Lokasi Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih di Tiyuh Toto Mulyo
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Tubaba dan Bank Lampung Matangkan Program KUR Super Mikro
Kisah Al-Qomah: Ibadah Rajin, Tapi Terhalang di Detik Ajal
DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Bumi Dipasena
Masyarakat Apresiasi Polres Tulang Bawang Barat Usai Ungkap Kasus Perampokan Senilai Rp 800 Juta
Dua Dermaga Eksekutif Bakauheni Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026
Wabup Nadirsyah Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan  

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:38 WIB

KABAR DUKA: Wafat Ning Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua PP Fatayat NU dan Ketua KPAI

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:57 WIB

Marwan Cik Asan Kunjungi Lokasi Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih di Tiyuh Toto Mulyo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:59 WIB

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Tubaba dan Bank Lampung Matangkan Program KUR Super Mikro

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:41 WIB

Kisah Al-Qomah: Ibadah Rajin, Tapi Terhalang di Detik Ajal

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:12 WIB

DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Bumi Dipasena

Berita Terbaru

Bandar Lampung

DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Bumi Dipasena

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:12 WIB