Intercom Era 80-90-an: “Nongkrong Jarak Jauh” yang Mempererat Ikatan Warga Perkampungan

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI – Di era 1980–1990-an, hiburan dan komunikasi anak muda di perkampungan Indonesia memiliki warna tersendiri—sederhana namun penuh kesan mendalam. Salah satu yang paling melekat dalam ingatan banyak orang adalah komunikasi melalui radio intercom, yang menjadi sarana “nongkrong jarak jauh” murah meriah sekaligus mempererat hubungan antarwarga dari rumah ke rumah.

 

Berbeda dengan radio CB, ORARI, maupun RAPI yang mengharuskan biaya tidak sedikit untuk membeli perangkat seperti antena dan HT, intercom hadir sebagai alternatif komunikasi yang jauh lebih terjangkau. Saat itu, anak muda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa saling menyapa, berbagi cerita, dan bercanda setiap malam.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Cukup dengan intercom rakitan dan kabel kawat yang melintang di antara pohon atau tiang bambu di pinggir jalan perkampungan, jaringan komunikasi pun dapat terbentuk. Rumah yang ingin bergabung tinggal menyambungkan kabelnya ke jaringan yang sudah ada, kemudian langsung bisa terhubung dengan rumah-rumah lain di kawasan kampung tersebut.

Baca Juga :  PEMKAB TULANG BAWANG BARAT SERIUS URUS PETERNAK, TEMBUS MBG!

 

Alat yang kerap disebut “alat ngebrik” ini sangat merakyat. Meskipun gaya komunikasi para penggunanya sering meniru radio amatir dengan sapaan khas dan etika berbicara tertentu, intercom sejatinya tidak menggunakan frekuensi radio. Ia bekerja melalui sambungan kabel sehingga jangkauannya terbatas hanya pada beberapa rumah atau beberapa kampung yang terhubung oleh kawat tersebut.

 

Keterbatasan jangkauan justru menjadi ciri khas yang membuat komunikasi terasa lebih akrab. Setiap suara yang terdengar biasanya berasal dari orang-orang yang saling mengenal. Tak jarang, intercom juga berperan sebagai media untuk berbagi kabar terkini, bercanda riang, hingga menyampaikan informasi penting bagi lingkungan sekitar.

 

Namun, jaringan kabel yang melintang di jalan dan pepohonan juga menyimpan risiko tersendiri. Bagi sebagian orang yang kurang menyukai keberadaannya, kawat bisa saja dipotong tanpa sepengetahuan anggota jaringan. Jika hal itu terjadi, komunikasi antaranggota akan terputus seketika.

Baca Juga :  Rapat RKAT 2026 BAZNAS Tubaba Gaspol Susun Program ZIS yang Lebih Modern, Mudah, dan Berdampak!

 

Ketika jaringan terputus, para pengguna intercom biasanya beramai-ramai menelusuri jalur kabel untuk mencari titik yang bermasalah. Menyusuri gang kecil, pekarangan rumah warga, hingga tepi jalan kampung menjadi pemandangan yang lumrah kala itu. Aktivitas ini bahkan tak jarang menjadi momen kebersamaan baru yang semakin mempererat solidaritas antarwarga.

 

Kini, di tengah dominasi ponsel pintar dan berbagai platform media sosial, budaya berkomunikasi melalui intercom perlahan menghilang dari perkampungan. Meski demikian, kenangan indah era 80–90-an tentang keseruan “ngebrik” lewat kabel dari rumah ke rumah tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengalaminya—sebuah potret hangat tentang komunikasi sederhana yang sarat akan kebersamaan.

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Ringkus Pengedar di Portal Indo Lampung, Sabu 0,34 Gram Diamankan
Laskar Gibran Futsal Tournament 2026 Resmi Diluncurkan
SMA YP Unila Bandar Lampung Antar 234 Siswa Lolos PTN Dalam dan Luar Negeri Tahun 2026
RIBUAN JAMAAH PADATI MASJID RAYA AL BAKRIE, SHOLAT IDUL ADHA 1447 H BERLANGSUNG KHIDMAT  
Teras Informasi Mencari Bintang, Gali Bakat Untuk Menjadi Penyanyi Profesional
JEJAK SEJARAH LAMPUNG: RUMAH DASWATI DI BANDAR LAMPUNG RESMI DITETAPKAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA  
103 Siswa SMA YP Unila Bandar Lampung Lolos SNBT 2026: 67 Diterima di Unila, 22 di ITERA
26 Tiyuh Bakal Pilkati Serentak Tahun Ini, Apakah Koko Akan Eksis Kembali? 

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:00 WIB

Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Ringkus Pengedar di Portal Indo Lampung, Sabu 0,34 Gram Diamankan

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:54 WIB

Laskar Gibran Futsal Tournament 2026 Resmi Diluncurkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:10 WIB

SMA YP Unila Bandar Lampung Antar 234 Siswa Lolos PTN Dalam dan Luar Negeri Tahun 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:53 WIB

RIBUAN JAMAAH PADATI MASJID RAYA AL BAKRIE, SHOLAT IDUL ADHA 1447 H BERLANGSUNG KHIDMAT  

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:22 WIB

Teras Informasi Mencari Bintang, Gali Bakat Untuk Menjadi Penyanyi Profesional

Berita Terbaru

Jakarta

Laskar Gibran Futsal Tournament 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:54 WIB