Lampung 100 Tahun Lalu, Kini, dan 100 Tahun yang Akan Datang

Penulis: Maskut Candranegara (Pengajar di YP Unila)

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Opini TERAS INFORMASI — Lampung merupakan salah satu wilayah strategis di bagian selatan Pulau Sumatra yang memiliki perjalanan sejarah panjang dan dinamis. Dalam rentang waktu satu abad, perubahan yang terjadi di Lampung sangat signifikan, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun infrastruktur. Melihat Lampung dalam tiga dimensi waktu, masa lalu, masa kini, dan masa depan memberikan gambaran utuh tentang arah perkembangan daerah ini.

 

Jika kita menengok Lampung sekitar 100 tahun lalu, tepatnya pada kisaran 1920–1930-an, wilayah ini masih berada di bawah kekuasaan kolonial Hindia Belanda. Kondisi geografisnya didominasi oleh hutan lebat, rawa-rawa, serta lahan yang belum tergarap secara optimal. Jumlah penduduk relatif sedikit dan mayoritas terdiri dari masyarakat adat Lampung, khususnya kelompok Saibatin dan Pepadun yang hidup dengan sistem sosial tradisional.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada masa itu, salah satu faktor penting yang memengaruhi perkembangan Lampung adalah program kolonisasi atau cikal bakal transmigrasi. Pemerintah kolonial memindahkan penduduk dari Pulau Jawa ke Lampung untuk membuka lahan pertanian baru. Hal ini menjadi awal terbentuknya masyarakat yang lebih beragam secara etnis di wilayah ini.

 

Dari sisi ekonomi, Lampung pada masa tersebut masih bersifat agraris dan tradisional. Komoditas utama yang diandalkan adalah lada, kopi, serta hasil hutan lainnya. Infrastruktur seperti jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan masih sangat terbatas, sehingga akses terhadap pembangunan juga belum merata.

 

Meski demikian, kebijakan kolonisasi membawa dampak penting, yaitu mulai terbentuknya masyarakat multietnis dan terbukanya lahan pertanian dalam skala lebih luas. Ini menjadi fondasi awal bagi perkembangan Lampung di masa-masa berikutnya.

Baca Juga :  Lurah Kota Baru Sosialisasikan Penghapusan PBB-P2

 

Memasuki era modern, khususnya sekitar tahun 2020-an, kondisi Lampung mengalami perubahan yang sangat pesat. Secara geografis, posisi Lampung sangat strategis karena menjadi gerbang utama penghubung antara Pulau Sumatra dan Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Hal ini menjadikan Lampung sebagai simpul penting dalam arus logistik nasional.

 

Perkembangan Lampung saat ini juga dipengaruhi oleh keberlanjutan program transmigrasi yang telah menciptakan masyarakat heterogen, terdiri dari berbagai suku seperti Jawa, Sunda, Bali, dan lainnya. Perekonomian pun semakin berkembang dengan sektor unggulan seperti pertanian (singkong dan jagung), industri, serta pariwisata.

 

Dari sisi infrastruktur, kemajuan Lampung terlihat jelas dengan hadirnya jalan tol Trans-Sumatra, peningkatan fasilitas pelabuhan, serta akses logistik yang semakin baik. Dampaknya adalah pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan meningkatnya urbanisasi, khususnya di Bandar Lampung sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.

 

Namun demikian, Lampung saat ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan pembangunan antarwilayah, persoalan lingkungan, serta tingkat pengangguran yang masih perlu ditekan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

 

Melihat 100 tahun ke depan, sekitar tahun 2120-an, Lampung diproyeksikan akan berkembang menjadi wilayah yang semakin maju dengan berbasis teknologi dan keberlanjutan. Dengan asumsi adanya stabilitas nasional, kemajuan teknologi, serta kebijakan pembangunan yang tepat, Lampung berpotensi menjadi pusat logistik nasional yang menghubungkan perdagangan antara Sumatra dan Jawa.

Baca Juga :  Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan, Tradisi Penting Umat Islam Indonesia

 

Di masa depan, sektor pertanian diperkirakan akan bertransformasi menjadi pertanian modern berbasis teknologi seperti smart farming, kecerdasan buatan (AI), dan sistem irigasi pintar. Selain itu, potensi pariwisata juga akan semakin berkembang, termasuk kawasan seperti Taman Nasional Way Kambas yang berpeluang menjadi destinasi kelas dunia.

 

Perkembangan kota pintar (smart city) juga akan menjadi bagian penting dari masa depan Lampung, khususnya di Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya. Kota-kota akan dibangun dengan konsep digital, efisien, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Meski memiliki peluang besar, Lampung di masa depan juga akan menghadapi tantangan serius seperti perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut di wilayah pesisir, tekanan populasi, serta kebutuhan energi yang semakin tinggi. Selain itu, pelestarian budaya lokal juga menjadi isu penting di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

 

Namun, peluang tetap terbuka lebar. Pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya, pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital, serta peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing Lampung di masa depan.

 

Sebagai kesimpulan, perjalanan Lampung menunjukkan transformasi dari wilayah agraris yang terpencil menjadi provinsi strategis yang berkembang pesat. Ke depan, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat logistik, ekonomi hijau, dan teknologi, asalkan mampu mengelola tantangan lingkungan dan sosial dengan bijak dan berkelanjutan.

Loading

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI, Kodim 0412/Lampung Utara Tegaskan Budaya Pengabdian PRIMA
Ketika Dapur Bertemu Aturan, Kepala SPPG Dihadapkan pada Dinamika Kebijakan
DPD PSI Tubaba Siap Terima Konsolidasi Pra-Verifikasi DPW PSI Lampung
Dandim Cup 2: 625 Kicau Mania Padati Makodim 0412/LU, Pererat Silaturahmi TNI–Rakyat
Sinergi TNI Kawal Pilkati Serentak, Babinsa Hadiri Pelantikan KPPS Tiyuh Margomulyo  
HUT ke-81 TNI: Kodim 0412/LU Gelar Donor Darah, Sunatan Massal & Bantuan Sembako
DPP HMD-GEMAS Kirim Somasi, Minta Klarifikasi & Penghentian Operasional SPPG Patoman
Wamen Transmigrasi Silaturahmi dengan PATRI Lampung, Perkuat Komitmen Bangun Kawasan Transmigrasi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

HUT ke-81 TNI, Kodim 0412/Lampung Utara Tegaskan Budaya Pengabdian PRIMA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Ketika Dapur Bertemu Aturan, Kepala SPPG Dihadapkan pada Dinamika Kebijakan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPD PSI Tubaba Siap Terima Konsolidasi Pra-Verifikasi DPW PSI Lampung

Senin, 28 September 2026 - 06:55 WIB

Dandim Cup 2: 625 Kicau Mania Padati Makodim 0412/LU, Pererat Silaturahmi TNI–Rakyat

Sabtu, 26 September 2026 - 09:11 WIB

Sinergi TNI Kawal Pilkati Serentak, Babinsa Hadiri Pelantikan KPPS Tiyuh Margomulyo  

Berita Terbaru