“Way Abung 2: Mimpi Transmigran yang Dibangun dengan Keringat dan Kesabaran”

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI — Program transmigrasi pernah menjadi harapan besar bagi ribuan keluarga yang ingin keluar dari kemiskinan dan keterbatasan di kampung halaman. Salah satu jejak kisahnya berada di kawasan Way Abung 2, permukiman transmigrasi yang awalnya berada di Kabupaten Lampung Utara dan kini masuk wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Warga yang datang ke sini membawa tujuan sederhana namun berat: memperbaiki masa depan keluarga.

 

Pada awal kedatangan, pemerintah memberikan rumah sederhana dan lahan garapan kepada para transmigran. Namun kehidupan di tanah baru tidaklah mudah—bangunan masih seadanya, peralatan terbatas, dan lingkungan sekitar sebagian besar masih berupa semak belukar. Mereka benar-benar memulai dari nol, hanya dengan bekal tekad dan harapan.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tanah yang diberikan tidak bisa langsung ditanami. Para kepala keluarga harus membersihkan lahan, membuka hamparan hutan kecil, mencangkul tanah yang keras, kemudian menanam bibit yang dibawa atau dibeli secara sederhana. Di musim hujan, jalan tanah menjadi licin dan sulit dilalui; di musim kemarau, debu tebal menyelimuti permukiman. Akses ke pasar dan fasilitas kesehatan pun kerap memakan waktu berjam-jam.

Baca Juga :  111 Siswa SMA YP Unila Bandar Lampung Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Dominasi di Unila dan ITERA

 

Tahun pertama merupakan masa yang paling berat. Hasil panen belum maksimal, sementara kebutuhan hidup terus berlanjut. Banyak keluarga harus berhemat ketat, menahan rindu kampung halaman, dan bertahan dengan makanan sederhana. Anak-anak belajar di sekolah darurat dan sebagian membantu orang tua di kebun setelah pulang sekolah.

 

Meski demikian, semangat kebersamaan menjadi penopang utama. Warga saling membantu membuka lahan, bergotong royong memperbaiki jalan, serta berbagi bibit tanaman. Perlahan, kebun singkong, jagung, dan sayur-sayuran mulai tumbuh di sekitar rumah. Beberapa keluarga juga mulai memelihara ternak kecil untuk menambah penghasilan.

 

Seiring berjalannya waktu, perubahan mulai terasa. Rumah-rumah diperbaiki sedikit demi sedikit, lahan mulai menghasilkan, dan anak-anak bisa bersekolah dengan fasilitas yang lebih layak. Warung kecil bermunculan sebagai tanda denyut ekonomi yang mulai bergerak. Dari tanah yang dulu sunyi, lahir kehidupan baru yang dibangun dengan keringat dan kesabaran.

Baca Juga :  BAZNAS Tulang Bawang Barat Salurkan Bantuan Tunai Rp570 Juta dan 800 Kg Pakaian untuk Korban Bencana Sumatera

 

Namun tidak semua kisah berakhir dengan kebahagiaan. Ada warga yang tidak betah dengan keterbatasan fasilitas dan akses yang jauh, sehingga memilih kembali ke kampung halaman. Ada pula yang menyerah karena hasil kebun tak kunjung mencukupi kebutuhan. Transmigrasi bukan jalan instan menuju keberhasilan; ia menuntut ketahanan mental dan fisik yang kuat.

 

Kisah lama transmigran Way Abung 2 menjadi pengingat bahwa keberhasilan di tanah transmigrasi lahir dari keberanian untuk berpindah, ketekunan untuk bertahan, serta harapan yang dibangun secara bertahap. Bagi mereka yang tetap tinggal, tanah yang dulunya asing perlahan berubah menjadi rumah—tempat di mana masa depan dirajut dari nol.

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi
Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026
Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  
DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030
DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  
Sengketa Lahan Puluhan Tahun: Warga Candra Kencana Harus Relakan Tanah Garapan ke Pihak Bandar Dewa
Hari Kedelapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Perkuat Ekonomi Desa Lewat Penyuluhan BUMDes, PAJALE, dan UMKM  
Gotong Royong Satgas TMMD & Warga Desa Baru Raharja: Pengecoran Gorong-Gorong Dikebut Agar Segera Bermanfaat  
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  

Senin, 27 Juli 2026 - 14:05 WIB

DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030

Senin, 27 Juli 2026 - 11:58 WIB

DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  

Berita Terbaru