MENDUNG DI HARLAH SATU ABAD NU

Penulis : Prof. Dr. Muhammad AS Hikam (Guru Besar The Presiden University Cikarang)

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI — Hari ini, Sabtu (31/1/2026), di Istora Senayan Jakarta digelar peringatan Hari Lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dalam versi tahun Masehi (1926-2026). Acara yang seharusnya menjadi ikon kebenaran organisasi Islam di Indonesia bahkan dunia tersebut tidak dihadiri oleh beberapa tokoh penting. Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Presiden Prabowo Subianto, dan Ketua DPR RI Puan Maharani tidak tampak hadir di lokasi acara.

Ketidakhadiran para tokoh tersebut tentu memiliki alasan yang kuat dan tidak mengurangi kemeriahan hajatan tersebut. Apalagi keutuhan PBNU telah terbentuk kembali setelah dilakukan proses islah antara kubu Rais ‘Aam beserta Sekjen PBNU dengan kubu Ketua Umum PBNU. Meskipun tidak dihadiri oleh Rais ‘Aam dan Sekjen PBNU, Harlah tahun ini tetap bernuansa rekonsiliatif dan menunjukkan semangat keutuhan organisasi.

Namun demikian, peristiwa bersejarah ini dianggap ironis. Padahal NU kini semakin dewasa dan menjadi organisasi terkemuka yang dikenal sebagai bagian integral dalam berdirinya NKRI dengan kesetiaan serta kontribusi yang tak diragukan, organisasi ini dinilai sedang terancam disorientasi serius. Menurut penulis, hal ini disebabkan oleh cara pandang PBNU yang dinilai keliru terkait masalah Palestina, khususnya pandangan Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf (GY) mengenai Dewan Perdamaian (DP) yang digagas Presiden AS Donald Trump.

Seperti diberitakan berbagai media nasional, GY mendukung keterlibatan aktif Presiden Prabowo Subianto dalam DP dengan alasan lembaga tersebut dimaksudkan untuk membantu terwujudnya negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat.

Pandangan GY ini dinilai menyangkut kebijakan strategis yang terkait dengan eksistensi Republik Indonesia dan Umat Islam di dalam maupun luar negeri, bukan hanya bagi ummat nahdliyyin saja. Penulis menyatakan kekhawatiran bahwa pandangan tersebut dapat dijadikan alat hegemoni makna oleh kekuatan global dan penguasa terkait.

Menurut penulis, pandangan ini lebih parah dibandingkan dengan undangan Peter Berkowitz dalam Acara Kongres Nasional NU (AKN NU) beberapa waktu lalu yang pernah mendapat kritik keras dari Rais ‘Aam. Hal ini disebabkan oleh implikasi yang sangat luas dan dampak strategis yang nyata.

Baca Juga :  Kecamatan Bandar Mataram Jadi Salah Satu Terluas di Provinsi Lampung

NU harus bersikap tegas terhadap pandangan Ketua Umum yang dinilai menafikan perjuangan para masyayikh terdahulu serta mengabaikan amanat Konstitusi RI yang jelas membela hak asasi manusia, termasuk pembebasan dari penjajahan yang sedang dihadapi bangsa Palestina.

Sementara itu, proyek Trump di Gaza dinilai tidak menyebutkan kata Palestina maupun kesertaan rakyat Gaza dalam rencana tersebut. Proyek tersebut dianggap sebagai kedok untuk menganeksasi Gaza demi kepentingan real estate yang akan dikontrol oleh korporasi di bawah Trump dan pengawasan militer terkait.

Harlah satu abad NU yang seharusnya menjadi pijakan kebangkitan organisasi ini, dinilai seperti diselubungi mendung hitam tebal yang menghalangi jalan ke depan. Tanggung jawab hal ini terletak pada pemimpin di PBNU.

Selamat Harlah ke-100 NU. Semoga Hidayah dan Barokah Allah SWT senantiasa dianugerahkan kepada para masyayikh ulama NU terdahulu dan pengikut mereka yang istiqomah.

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026
Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  
DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030
DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  
Sengketa Lahan Puluhan Tahun: Warga Candra Kencana Harus Relakan Tanah Garapan ke Pihak Bandar Dewa
Hari Kedelapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Perkuat Ekonomi Desa Lewat Penyuluhan BUMDes, PAJALE, dan UMKM  
Gotong Royong Satgas TMMD & Warga Desa Baru Raharja: Pengecoran Gorong-Gorong Dikebut Agar Segera Bermanfaat  
Juru Bicara Laskar Gibran Minta Klarifikasi Istana soal Tata Letak Sidang Kabinet, Demi Jaga Marwah Kepresidenan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  

Senin, 27 Juli 2026 - 14:05 WIB

DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030

Senin, 27 Juli 2026 - 11:58 WIB

DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:49 WIB

Hari Kedelapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Perkuat Ekonomi Desa Lewat Penyuluhan BUMDes, PAJALE, dan UMKM  

Berita Terbaru