TERAS INFORMASI Bandar Lampung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung diduga mengabaikan pengelolaan air limbah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat. Pencemaran air dari limbah sampah tersebut bahkan menyebar hingga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur, tepatnya di sekitar Jalan Umbul Kunci.
Air limbah yang berbau tidak sedap dan berwarna coklat pekat tampak mengalir melalui tanah milik perkebunan warga di Sukamaju. Meski lokasi perkebunan berada di area yang agak tinggi dan berbukit, aliran limbah dari arah TPA Bakung terlihat jelas.
Limbah tersebut mengalir deras melalui celah tanah dan batu dari atas bukit, kemudian masuk ke gorong-gorong di bawah jalan aspal sebelum akhirnya menuju sungai dan bermuara ke laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga di Jalan Umbul Kunci yang enggan disebutkan namanya mengaku, sejak tahun 2019 silam warga mulai merasakan dampak limbah dari TPA Bakung. Menurutnya, awalnya masalah muncul saat terjadi hujan deras yang menyebabkan banjir.
“Sejak tahun 2019 kami rasakan ini. Sampai sekarang masih ada, saya khawatir jika ada banjir besar nanti bagaimana,” ujar warga yang telah menetap di lokasi tersebut sejak tahun 2011, pada Senin (9/2/2026).
Warga tersebut juga menyampaikan bahwa air dari sumur yang digali untuk mencuci pakaian meninggalkan bekas seperti getah pada kain. Selain itu, aroma tidak sedap dari limbah menyebabkan gangguan pernapasan dan sesak napas bagi sebagian masyarakat.
Selama penelusuran, ditemukan tiga anak remaja yang tengah mandi di sungai yang menjadi aliran akhir limbah tersebut.
Dugaan pencemaran terjadi akibat resapan air limbah dari TPA Bakung yang tidak berfungsi dengan baik. Warga menganggap DLH Kota Bandar Lampung belum menjalankan tugas pengawasan dan pemantauan kualitas lingkungan secara optimal.
Pencemaran ini berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan, kulit, terkait air, hingga gangguan neurologis dan kanker, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian yang serius untuk melindungi masyarakat. (Indra)
Penulis : Indra/Sanur
Editor : Ahmad Sobirin



.png)










