(TERAS INFORMASI) MURMANSK, RUSIA – Umat Muslim di kota Murmansk menjalani ibadah puasa Ramadan dengan penuh keteguhan, meskipun tinggal di wilayah utara Rusia yang memiliki karakteristik siang dan malam ekstrem. Komunitas Muslim setempat tetap menjaga semangat beribadah, baik dalam menjalankan puasa maupun sholat lima waktu, dengan mengikuti pedoman waktu yang telah disesuaikan oleh para ulama dan lembaga Islam lokal.
KONDISI GEOGRAFIS MEMENGARUHI JADWAL IBADAH
Terletak dekat Lingkar Arktik, Murmansk memiliki durasi siang dan malam yang berubah drastis sepanjang tahun. Pada periode Ramadan, waktu puasa di kota ini umumnya berkisar antara 10 hingga 13 jam per hari, tergantung pada posisi matahari.
Penentuan waktu imsak dan berbuka dilakukan secara hati-hati agar umat Muslim tetap dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan sah. Pada salah satu hari Ramadan, umat mulai puasa sekitar pukul 05.30 waktu setempat saat Subuh dan berbuka pada pukul 17.00 saat Maghrib, dengan durasi sekitar 11–12 jam. Durasi ini dianggap lebih moderat dibandingkan wilayah utara lain yang bisa mengalami siang hampir tanpa malam pada musim panas.
JADWAL SHOLAT DISESUIKAN PERGERAKAN MATAHARI
Selain berpuasa, sholat lima waktu juga menjadi kewajiban harian yang dijalankan dengan disiplin. Jadwal sholat umumnya sebagai berikut:
– Subuh: sekitar 05.30
– Dzuhur: sekitar 13.00
– Ashar: sekitar 14.30
– Maghrib: sekitar 17.00
– Isya: sekitar 18.30
Waktu tersebut dapat berubah beberapa menit setiap hari mengikuti pergerakan matahari. Para tokoh agama setempat mengimbau jamaah untuk selalu merujuk pada jadwal resmi yang dikeluarkan komunitas Muslim lokal atau aplikasi penunjuk waktu sholat yang telah disesuaikan dengan kondisi geografis Murmansk. Hal ini penting agar ibadah tetap sah dan tidak memberatkan, terutama bagi pekerja dan pelajar Muslim.
KEGIATAN RAMADAN PERERAT PERSAUDARAAN
Kegiatan Ramadan di Murmansk tidak hanya berfokus pada ibadah individu, melainkan juga diisi dengan berbagai aktivitas kebersamaan seperti buka puasa bersama, sholat Tarawih berjamaah, serta tadarus Al-Qur’an.
Momen-momen tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan sesama Muslim yang jumlahnya tergolong minoritas di kota tersebut, sekaligus memperkuat identitas keagamaan di tengah masyarakat multikultural.
Dengan berbagai keterbatasan kondisi alam, umat Muslim di Murmansk membuktikan bahwa ibadah Ramadan tetap bisa dijalani dengan khusyuk dan tertib. Semangat kebersamaan, disiplin dalam beribadah, serta kesabaran dalam berpuasa menjadi cerminan kuatnya iman di wilayah paling utara Rusia.
Penulis : Maskut CN
Editor : Ahmad Sobirin



.png)










