HUT KABUPATEN TUBABA KE-17: MEMBANGUN PEMIMPIN YANG BERKARAKTER

Ahmad Basri: K3PP

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang Barat, (teras informasi) — Bulan April 2026 ini, Kabupaten Tulang Bawang Barat atau lebih dikenal dengan Tubaba genap berusia 17 tahun. Lahir dari rahim kebijakan otonomi daerah pada tahun 2009, Tubaba kini berada pada fase yang tidak lagi bisa disebut “anak-anak”, tetapi juga belum sepenuhnya matang sebagai daerah yang mapan.

 

Jika dianalogikan dalam fase biologis manusia, usia 17 tahun adalah masa remaja—fase pubertas—di mana pertumbuhan terjadi sangat cepat, tetapi sering kali belum diimbangi dengan kematangan emosi dan kebijaksanaan dalam bertindak.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tubaba hari ini berada di titik itu: tumbuh, bergerak, membangun, tetapi sekaligus diuji pada kedewasaan dalam mengelola arah pembangunan dan kepemimpinan.

 

Berbagai pembangunan fisik tampak nyata. Jalan, infrastruktur, ruang publik, hingga simbol-simbol arsitektural menjadi “etalase” kemajuan.

 

Semua itu dibingkai dalam filosofi NENEMO: Nemen (kerja keras), Nedes (pantang menyerah), dan Nerimo (ikhlas menerima hasil).

 

Namun, pertanyaannya: apakah pembangunan itu hanya berhenti pada simbol dan fisik semata? Ataukah telah menjelma menjadi karakter kepemimpinan dan budaya birokrasi yang matang?

Baca Juga :  Kehadiran Masjid Al-Bakri Bawa Berkah bagi Pedagang di Bandar Lampung

 

Sejarah kepemimpinan Tubaba telah melalui beberapa fase: dari Bachtiar Basri, Umar Ahmad, Zaidirina dan Persada sebagai transisi, hingga kini berada di bawah kepemimpinan Novriwan Jaya.

 

Pergantian itu adalah keniscayaan demokrasi. Tetapi yang lebih penting bukan sekadar siapa yang memimpin, melainkan bagaimana karakter kepemimpinan itu dibangun dan diwariskan.

 

Di sinilah letak persoalan mendasar.

Pembangunan yang baik tidak pernah lepas dari kritik. Bahkan kritik adalah bagian dari vitamin demokrasi. Ia menjaga agar kekuasaan tidak kehilangan arah.

 

Namun dalam praktiknya, tidak semua pemimpin mampu menerima kritik dengan kepala dingin. Masih sering kita temui sikap alergi terhadap kritik.

 

Suara masyarakat sipil, LSM, maupun media kerap dipandang sebagai gangguan, bukan sebagai mitra. Kritik dibalas dengan sikap defensif agresif, bahkan emosional—“uring-uringan” yang justru menunjukkan ketidakdewasaan dalam memimpin.

 

Padahal, pemimpin yang besar justru lahir dari keberanian mendengar. Pemimpin yang berkarakter bukanlah mereka yang selalu benar, melainkan mereka yang bersedia dikoreksi. Bukan mereka yang anti kritik, tetapi yang mampu mengelola kritik menjadi energi perbaikan.

 

Tubaba di usia ke-17 ini tidak kekurangan pembangunan fisik. Yang mulai terasa langka justru adalah keteladanan dalam kepemimpinan: ketenangan dalam mengambil keputusan, kebesaran hati dalam menerima perbedaan, dan keberanian untuk mengakui kekeliruan.

Baca Juga :  Ceriakan Mimpi Anak Negeri, BAZNAS Tubaba Salurkan Beasiswa untuk 40 Siswa Berprestasi di Kecamatan Tumijajar

 

Kita membutuhkan pemimpin yang tidak mudah tersulut emosi, tidak reaktif terhadap kritik, dan tidak menjadikan kekuasaan sebagai ruang pembenaran diri.

 

Pemimpin yang berkarakter adalah mereka yang mampu berdiri tegak di tengah tekanan, tidak goyah oleh pujian, dan tidak runtuh oleh kritik. Mereka menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan sebagai alat untuk mempertahankan citra semu.

 

Lebih dari itu, pemimpin yang berkarakter akan mampu menjembatani kepentingan: antara pemerintah dan rakyat, antara pembangunan dan keadilan, antara ambisi dan realitas.

 

Di usia yang ke-17 ini, Tubaba tidak hanya membutuhkan pembangunan yang “terlihat”, tetapi juga kepemimpinan yang “terasa”. Karena pada akhirnya, sejarah tidak mencatat seberapa megah bangunan yang didirikan, tetapi seberapa kuat karakter pemimpin yang membangunnya.

 

Selamat HUT ke-17 Kabupaten Tulang Bawang Barat. Saatnya beranjak dari sekadar membangun daerah—menuju membangun karakter kepemimpinan yang matang dan beradab.

Loading

Penulis : Ahmad Basri : Ketua Kajian Kritis Kebijakan Pembangunan (K3PP)

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI, Kodim 0412/Lampung Utara Tegaskan Budaya Pengabdian PRIMA
Ketika Dapur Bertemu Aturan, Kepala SPPG Dihadapkan pada Dinamika Kebijakan
DPD PSI Tubaba Siap Terima Konsolidasi Pra-Verifikasi DPW PSI Lampung
Dandim Cup 2: 625 Kicau Mania Padati Makodim 0412/LU, Pererat Silaturahmi TNI–Rakyat
Sinergi TNI Kawal Pilkati Serentak, Babinsa Hadiri Pelantikan KPPS Tiyuh Margomulyo  
HUT ke-81 TNI: Kodim 0412/LU Gelar Donor Darah, Sunatan Massal & Bantuan Sembako
DPP HMD-GEMAS Kirim Somasi, Minta Klarifikasi & Penghentian Operasional SPPG Patoman
Wamen Transmigrasi Silaturahmi dengan PATRI Lampung, Perkuat Komitmen Bangun Kawasan Transmigrasi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

HUT ke-81 TNI, Kodim 0412/Lampung Utara Tegaskan Budaya Pengabdian PRIMA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Ketika Dapur Bertemu Aturan, Kepala SPPG Dihadapkan pada Dinamika Kebijakan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPD PSI Tubaba Siap Terima Konsolidasi Pra-Verifikasi DPW PSI Lampung

Senin, 28 September 2026 - 06:55 WIB

Dandim Cup 2: 625 Kicau Mania Padati Makodim 0412/LU, Pererat Silaturahmi TNI–Rakyat

Sabtu, 26 September 2026 - 09:11 WIB

Sinergi TNI Kawal Pilkati Serentak, Babinsa Hadiri Pelantikan KPPS Tiyuh Margomulyo  

Berita Terbaru