Kisah Inspiratif: Dari Pembalap Mobil hingga Lulusan S2 UI, Perjuangan Seorang Driver Taksi Online

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teras Informasi — Pagi itu, saya memesan taksi online untuk menghadiri sebuah acara di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sekitar sebelas menit kemudian, mobil yang saya pesan tiba di depan Apartemen Midtown Cilandak, Jakarta Selatan, tempat saya menginap. Pengemudinya masih muda, ramah, dan murah senyum. Perjalanan pun dimulai dengan obrolan santai yang mengalir begitu saja hingga tak terasa kami hampir tiba di tujuan.

 

Tidak ada pertanyaan yang terkesan menginterogasi ataupun menggurui. Justru dari percakapan ringan itu, saya menemukan kisah hidup yang begitu inspiratif. Nama pengemudi itu Dimas, usianya baru 33 tahun. Di usia yang relatif muda, ia telah menjadi ayah dari empat putra dan putri. Di balik profesinya sebagai pengemudi taksi online, tersimpan perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dimas bercerita bahwa semasa kuliah ia pernah menekuni dunia balap mobil. Hobi yang memacu adrenalin itu bahkan sempat membawanya menjadi pembalap. Dalam masa itu pula ia bertemu dengan perempuan yang kemudian menjadi pendamping hidupnya, seorang mahasiswi kedokteran. Setelah menikah, keduanya sepakat untuk segera memiliki anak tanpa menunda hingga kuliah selesai.

 

Namun, perjalanan rumah tangga mereka tidak langsung mulus. Sang mertua memberikan ultimatum yang mengubah arah hidup Dimas. Ia diminta memilih, tetap menjadi pembalap mobil atau mempertahankan rumah tangganya. Alasannya sederhana namun penuh makna, keluarga tidak ingin memiliki menantu dengan pekerjaan yang dianggap berisiko tinggi dan tidak menjamin masa depan istri serta anak-anaknya.

Baca Juga :  Pasar Tradisional di Bandar Lampung Masih Sepi Pembeli H-4 Jelang Lebaran

 

Keputusan itu tidak mudah. Dimas akhirnya meninggalkan dunia balap dan mulai bekerja sebagai sopir di sebuah toko grosir milik pengusaha Tionghoa. Hanya dalam waktu tiga bulan, atasannya melihat kecerdasan dan ketekunannya dalam memahami seluruh produk di gudang serta tujuan pengirimannya. Kepercayaan itu kemudian berbuah tawaran yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, bekerja di Tiongkok.

 

Meski diliputi dilema karena istrinya sedang mengandung dua bulan dan ia belum menguasai bahasa Mandarin, Dimas menerima tawaran tersebut demi masa depan keluarganya. Ia bekerja selama satu tahun di Tiongkok, kemudian kontraknya diperpanjang satu tahun lagi dan dipindahkan ke Mongolia. Di sana, ia juga menyaksikan bagaimana sebagian masyarakat Mongolia tetap menganggap diri mereka sebagai bangsa Mongolia, meskipun secara politik wilayah itu dipandang berbeda oleh pemerintah Tiongkok.

 

Setelah dua tahun bekerja, majikannya memberikan kesempatan pulang ke Indonesia dengan harapan Dimas akan kembali lagi ke Tiongkok. Namun, setelah berkumpul bersama keluarga, ia memutuskan untuk tetap tinggal di tanah air. Baginya, kebersamaan dengan istri dan anak-anak jauh lebih berharga daripada kembali merantau ke luar negeri.

Baca Juga :  Donasi “TUBABA PEDULI” Tembus Rp 328 Juta Lebih, Warga Tubaba Kompak Bantu Korban Bencana Sumatera

 

Sekembalinya ke Indonesia, Dimas melanjutkan kuliah yang sempat tertunda selama dua tahun. Sementara itu, sang istri berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan resmi menjadi seorang dokter. Dimas sendiri mampu menuntaskan kuliahnya dan meraih gelar Sarjana Hukum. Mereka kemudian membangun kehidupan bersama, sang istri mengabdikan diri sebagai dokter, sedangkan Dimas membuka usaha apotek. Meski memiliki usaha, ia tetap menjadi pengemudi taksi online untuk mengisi waktu sekaligus bertemu banyak orang.

 

Semangat belajar Dimas ternyata tidak berhenti sampai di situ. Ia kembali melanjutkan pendidikan Strata Dua di Universitas Indonesia pada Program Studi Kenotariatan. Pada September 2025, perjuangannya membuahkan hasil dengan dinyatakan lulus sebagai magister.

 

Di balik kemudi mobil taksi online yang saya tumpangi pagi itu, ternyata duduk seorang pria yang membuktikan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh profesi yang sedang dijalani, melainkan oleh keberanian untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah menghadapi setiap tantangan kehidupan.

Loading

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI, Kodim 0412/Lampung Utara Tegaskan Budaya Pengabdian PRIMA
Ketika Dapur Bertemu Aturan, Kepala SPPG Dihadapkan pada Dinamika Kebijakan
DPD PSI Tubaba Siap Terima Konsolidasi Pra-Verifikasi DPW PSI Lampung
Dandim Cup 2: 625 Kicau Mania Padati Makodim 0412/LU, Pererat Silaturahmi TNI–Rakyat
Sinergi TNI Kawal Pilkati Serentak, Babinsa Hadiri Pelantikan KPPS Tiyuh Margomulyo  
HUT ke-81 TNI: Kodim 0412/LU Gelar Donor Darah, Sunatan Massal & Bantuan Sembako
DPP HMD-GEMAS Kirim Somasi, Minta Klarifikasi & Penghentian Operasional SPPG Patoman
Wamen Transmigrasi Silaturahmi dengan PATRI Lampung, Perkuat Komitmen Bangun Kawasan Transmigrasi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

HUT ke-81 TNI, Kodim 0412/Lampung Utara Tegaskan Budaya Pengabdian PRIMA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Ketika Dapur Bertemu Aturan, Kepala SPPG Dihadapkan pada Dinamika Kebijakan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPD PSI Tubaba Siap Terima Konsolidasi Pra-Verifikasi DPW PSI Lampung

Senin, 28 September 2026 - 06:55 WIB

Dandim Cup 2: 625 Kicau Mania Padati Makodim 0412/LU, Pererat Silaturahmi TNI–Rakyat

Sabtu, 26 September 2026 - 09:11 WIB

Sinergi TNI Kawal Pilkati Serentak, Babinsa Hadiri Pelantikan KPPS Tiyuh Margomulyo  

Berita Terbaru