Ketika NU Dilemahkan, Indonesia Sedang Diuji

Oleh: Samsul Mungin, sekertaris PCNU Kabupaten Tulang Bawang Barat

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TAJUK TERAS INFORMASI — Bangsa yang besar tidak hanya dijaga oleh kekuatan senjata dan ekonomi, melainkan oleh kekuatan sosial dan moral yang menjadi fondasi persatuan. Dalam konteks Indonesia, sejarah telah membuktikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu pilar terpenting penjaga keutuhan bangsa.

NU bukan sekadar organisasi keagamaan. Ia adalah benteng sosial, budaya, dan ideologis yang sejak awal berdiri tegak bersama Republik. Dari resolusi jihad hingga peran aktif menjaga moderasi Islam, NU telah menjadi garda terdepan dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap berpijak pada Pancasila dan kebhinekaan.

Namun hari ini, kita menyaksikan fenomena yang patut diwaspadai bersama. NU diserang habis-habisan—bukan hanya secara langsung, melainkan melalui perang narasi. NU diframing secara negatif, dituduh berbagai hal, diprovokasi agar terpecah, bahkan diadu dengan umatnya sendiri. Serangan ini seringkali tidak kasat mata, namun bekerja secara perlahan dan sistematis melalui opini publik, media sosial, dan propaganda.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar: mengapa NU terus menjadi sasaran?

Jawabannya adalah karena NU adalah benteng terakhir. Ketika NU kuat, Indonesia sulit digoyang. Sebaliknya, jika NU berhasil dilemahkan, Indonesia akan jauh lebih mudah dikuasai—baik oleh kepentingan ideologis sempit, ekstremisme, maupun agenda asing yang tidak selaras dengan kepribadian bangsa.

Sejarah dunia mengajarkan bahwa menghancurkan sebuah negara tidak selalu dimulai dari perang terbuka, melainkan dengan melemahkan institusi sosial yang paling dipercaya rakyat. NU, dengan jutaan jamaah, jaringan pesantren, dan nilai moderasinya, adalah tembok kokoh yang selama ini menghalangi skenario tersebut.

Baca Juga :  DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  

Oleh karena itu, pelemahan NU bukan sekadar konflik internal umat Islam. Ini adalah ancaman serius bagi stabilitas nasional. Melemahkan NU berarti membuka ruang bagi polarisasi, konflik horizontal, dan hilangnya penyangga kebangsaan yang selama ini menjaga keseimbangan antara agama dan negara.

Menjaga NU tidak berarti menutup mata dari kritik. Kritik adalah bagian dari kedewasaan demokrasi. Namun serangan yang bertujuan merusak, memecah belah, dan menghilangkan kepercayaan publik terhadap NU adalah bentuk pelemahan yang harus disadari bersama sebagai ancaman kolektif.

NU yang kuat adalah Indonesia yang utuh.

NU yang dirawat adalah NKRI yang selamat.

Jika benteng ini runtuh, jangan heran jika suatu hari kita kehilangan arah, kehilangan persatuan, dan kehilangan rumah besar bernama Indonesia.

Penulis : Syamsul Mu'in

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi
Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026
Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  
DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030
DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  
Sengketa Lahan Puluhan Tahun: Warga Candra Kencana Harus Relakan Tanah Garapan ke Pihak Bandar Dewa
Hari Kedelapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Perkuat Ekonomi Desa Lewat Penyuluhan BUMDes, PAJALE, dan UMKM  
Gotong Royong Satgas TMMD & Warga Desa Baru Raharja: Pengecoran Gorong-Gorong Dikebut Agar Segera Bermanfaat  

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  

Senin, 27 Juli 2026 - 14:05 WIB

DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030

Senin, 27 Juli 2026 - 11:58 WIB

DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  

Berita Terbaru