Hijrah Menguatkan Khidmah, Bersama Muslimat NU Menebar Manfaat untuk Umat

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Endang Setiawati, S.Pd.I.

Tahun Baru Islam bukan sekadar datangnya lembaran kalender yang baru. Muharram adalah panggilan untuk bangkit. Saatnya memperbarui niat, menguatkan langkah, dan meneguhkan hati agar hidup kita semakin bernilai di hadapan Allah SWT dan semakin bermanfaat bagi sesama.

Setiap kali Muharram tiba, kita diingatkan pada hijrah Rasulullah SAW. Sebuah perjalanan yang tidak hanya mengubah sejarah Islam, tetapi juga mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah. Hijrah mengajarkan bahwa tidak ada kemajuan tanpa pengorbanan, tidak ada kemenangan tanpa kesabaran, dan tidak ada keberkahan tanpa keikhlasan.

Semangat itulah yang hari ini harus hidup di dalam diri setiap kader Muslimat Nahdlatul Ulama.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muslimat NU bukan sekadar sebuah organisasi perempuan. Muslimat NU adalah rumah pengabdian, tempat lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mendidik generasi, menjaga akidah, menguatkan keluarga, merawat persaudaraan, serta menjadi pelita di tengah masyarakat.

Di balik kesederhanaannya, Muslimat NU telah menjadi kekuatan besar yang terus menggerakkan perubahan. Dari majelis taklim hingga ruang-ruang pendidikan, dari kegiatan sosial hingga pemberdayaan ekonomi, dari desa hingga pelosok negeri, jejak pengabdian Muslimat NU telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.

Di Kabupaten Tulang Bawang Barat, semangat itu terus menyala. Dengan penuh keikhlasan, para kader hadir di tengah masyarakat, menguatkan pendidikan, membangun kepedulian sosial, memberdayakan perempuan, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan dakwah yang menyejukkan. Semua dilakukan bukan untuk mencari pujian, tetapi sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT dan ikhtiar menghadirkan keberkahan bagi umat.

Baca Juga :  Tahun Baru Imlek: Perayaan Penting yang Sarat Makna dan Tradisi

Inilah kekuatan Muslimat NU.

Kita mungkin tidak selalu menjadi orang yang paling terlihat, tetapi kita dapat menjadi orang yang paling bermanfaat.

Kita mungkin tidak selalu berdiri di panggung, tetapi kita dapat berdiri paling depan dalam melayani masyarakat.

Kita mungkin tidak dikenal banyak orang, tetapi semoga dikenal oleh Allah sebagai hamba yang istiqamah dalam berkhidmah.

Memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah, mari kita jadikan momentum ini sebagai awal hijrah menuju Muslimat NU yang semakin kuat, semakin solid, dan semakin dicintai masyarakat.

Mari berhijrah dari bekerja sendiri menjadi bergerak bersama.

Dari merasa cukup menjadi terus belajar.

Dari menunggu perubahan menjadi pelopor perubahan.

Dari hanya menjadi anggota menjadi kader yang aktif, kreatif, dan inspiratif.

Karena organisasi yang besar tidak dibangun oleh satu atau dua orang, tetapi oleh hati-hati yang bersatu dalam tujuan yang sama.

Di tengah derasnya arus zaman, Muslimat NU memikul amanah yang sangat mulia. Kita adalah benteng keluarga. Kita adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Kita adalah penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Kita adalah penggerak masyarakat yang membawa Islam yang ramah, damai, dan penuh kasih sayang.

Jangan pernah merasa bahwa langkah kecil kita tidak berarti.

Satu anak yang berhasil kita ajarkan membaca Al-Qur’an adalah investasi akhirat.

Satu keluarga yang kembali harmonis karena nasihat kita adalah amal yang tak ternilai.

Satu tetangga yang tersenyum karena bantuan kita adalah jalan menuju ridha Allah.

Satu majelis ilmu yang terus hidup karena kehadiran kita adalah cahaya yang akan terus mengalir pahalanya.

Baca Juga :  Survei Cetak Sawah Rakyat, Dandim Teguhkan Ketahanan Pangan

Setiap langkah yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi saksi bahwa kita pernah hadir membawa manfaat bagi dunia.

Para ulama Nahdlatul Ulama selalu mengajarkan bahwa kekuatan organisasi bukan terletak pada megahnya acara, tetapi pada keikhlasan orang-orang yang menghidupkannya. Karena itu, mari kita rawat kebersamaan, saling menguatkan, saling menghargai, dan saling mendoakan. Tidak ada perjuangan yang berat jika dipikul bersama, dan tidak ada pengabdian yang sia-sia jika diniatkan karena Allah SWT.

Muharram tahun ini harus menjadi awal kebangkitan baru bagi Muslimat NU. Kebangkitan untuk terus belajar. Kebangkitan untuk memperkuat organisasi. Kebangkitan untuk melayani lebih luas. Kebangkitan untuk menjadi perempuan-perempuan yang tidak hanya salehah bagi keluarganya, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.

Mari kita songsong 1 Muharram 1448 Hijriah dengan optimisme, semangat, dan tekad yang baru.

Bersama Muslimat NU, kita kuat karena bersatu.

Bersama Muslimat NU, kita bergerak karena cinta.

Bersama Muslimat NU, kita mengabdi tanpa lelah demi umat dan bangsa.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah kita, menguatkan keikhlasan dalam berkhidmah, melapangkan jalan perjuangan, dan menjadikan Muslimat NU sebagai mata air keberkahan yang terus mengalir bagi Indonesia.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Mari Berhijrah, Mari Berkhidmah!

Bersama Muslimat NU kita satukan langkah, eratkan ukhuwah, kuatkan organisasi, dan tebarkan manfaat seluas-luasnya. Karena perempuan yang mengabdi dengan ikhlas bukan hanya mengubah keluarganya, tetapi juga mampu mengubah masyarakat, membangun peradaban, dan melahirkan generasi terbaik untuk Indonesia yang berakhlak, maju, dan penuh keberkahan.

Loading

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  
Juru Bicara Laskar Gibran Minta Klarifikasi Istana soal Tata Letak Sidang Kabinet, Demi Jaga Marwah Kepresidenan
Ketua Umum Laskar Gibran Dorong Hilirisasi Sampah Organik Menjadi Pakan Ternak di Jakarta Utara
LASKAR GIBRAN TEGASKAN FOKUS KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN DUA PERIODE, UTAMAKAN PROGRAM KERAKYATAN
Moratorium MBG Harus Bersertakan Skema, Jangan Matikan Ekonomi Rakyat — HMD-GEMAS
HMD GEMAS Ajukan Audiensi ke Wapres, Surat Diteruskan ke BGN — Belum Ada Jawaban Hingga Kini
Kebijakan Setop Sementara Program MBG Dikritik, HMD Gemas: Berpotensi Picu Efek Domino Ekonomi dan Politik  
Jelang Munas Alim Ulama & Konbes NU, Masyayikh Keluarkan Seruan Jaga Khittah dan Persatuan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:10 WIB

Juru Bicara Laskar Gibran Minta Klarifikasi Istana soal Tata Letak Sidang Kabinet, Demi Jaga Marwah Kepresidenan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:06 WIB

Ketua Umum Laskar Gibran Dorong Hilirisasi Sampah Organik Menjadi Pakan Ternak di Jakarta Utara

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:43 WIB

LASKAR GIBRAN TEGASKAN FOKUS KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN DUA PERIODE, UTAMAKAN PROGRAM KERAKYATAN

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Moratorium MBG Harus Bersertakan Skema, Jangan Matikan Ekonomi Rakyat — HMD-GEMAS

Berita Terbaru