HUT ke 17 Tulang Bawang Barat: Menakar Potensi, Menjemput Masa Depan

Oleh: H. Maskut Candranegara, M.Pd. (Redaktur Teras Informasi)

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI — Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Lampung yang terus menunjukkan geliat pembangunan sejak diresmikan pada 29 Oktober 2008. Peresmian tersebut dilakukan oleh Mardiyanto sebagai bagian dari pemekaran wilayah dari Kabupaten Tulang Bawang. Dengan ibu kota di Panaragan, kabupaten ini kini menjadi salah satu daerah yang memiliki prospek cerah di masa depan.

 

Jika menilik sejarahnya, wilayah ini memiliki akar panjang sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Dahulu, sebagian wilayahnya merupakan bagian dari eks Asisten Wedana Panaragan yang kemudian berubah menjadi Kecamatan Panaragan. Dinamika perubahan wilayah terus berlangsung seiring kebutuhan administratif dan pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1972 ketika Kecamatan Tulang Bawang Udik dimekarkan, dan nama Kecamatan Panaragan berganti menjadi Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Langkah ini menjadi awal dari transformasi wilayah yang semakin berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

 

Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan luas wilayah, pada tahun 1991 dibentuk Kecamatan Pembantu Gunung Terang. Ini menunjukkan adanya kebutuhan pelayanan yang lebih dekat dan efektif bagi masyarakat. Kemudian pada tahun 1997, wilayah ini kembali mengalami perubahan administratif ketika bergabung dalam pemekaran Kabupaten Tulang Bawang.

Baca Juga :  Lanud Pangeran M. Bunyamin Lampung: Aset Strategis yang Akan Naik Status Menjadi Tipe B

 

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2004 Kecamatan Tulang Bawang Tengah kembali dimekarkan menjadi dua kecamatan, yaitu Tulang Bawang Tengah dan Pagar Dewa. Hingga akhirnya, pada tahun 2008, Kabupaten Tulang Bawang Barat resmi berdiri sebagai daerah otonom baru.

 

Kini, di usia yang ke-17, Kabupaten Tulang Bawang Barat telah berkembang menjadi daerah yang terdiri dari 9 kecamatan, 93 tiyuh (desa), dan 3 kelurahan. Dengan jumlah penduduk mencapai 301.790 jiwa pada tahun 2025, daerah ini memiliki potensi besar dalam berbagai sektor pembangunan.

 

Letak geografis yang strategis menjadi salah satu keunggulan utama. Kabupaten ini dilalui oleh jalur Tol Trans Sumatera, yang membuka akses luas ke berbagai daerah. Kondisi ini menjadi peluang emas dalam mengembangkan sektor ekonomi, khususnya perdagangan dan jasa.

 

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Tanah yang subur serta masyarakat yang mayoritas berlatar belakang transmigrasi menjadi modal besar untuk pengembangan berbagai komoditas unggulan.

 

Namun demikian, potensi ini belum sepenuhnya dimaksimalkan. Pengembangan budidaya perikanan darat, buah-buahan, serta tanaman produktif lainnya masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan. Dengan pembinaan yang tepat, sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

Baca Juga :  Masjid Darul Aman Kotabumi: Satu di Antara Masjid Bersejarah di Lampung Utara

 

Di sisi lain, sektor pariwisata dan pendidikan juga memiliki prospek menjanjikan. Dengan perencanaan yang matang, potensi wisata lokal dapat dikembangkan menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

 

Pemerintah daerah juga dapat mendorong pembangunan sentra-sentra ekonomi berbasis masyarakat. Misalnya, sentra produksi batu bata dan genteng untuk mendukung pembangunan, sentra peternakan dengan pasar hewan yang terintegrasi, hingga sentra pengolahan kapuk randu untuk industri rumah tangga.

 

Langkah strategis berikutnya adalah menetapkan desa atau tiyuh yang tepat sebagai pusat pengembangan masing-masing sektor tersebut. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, pembangunan akan lebih terarah dan berkelanjutan.

 

Pada akhirnya, jika semua potensi ini dikelola dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Dampak lanjutannya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang akan memperkuat posisi Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai daerah yang mandiri dan maju di masa depan.

Loading

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi
Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026
Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  
DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030
DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  
Sengketa Lahan Puluhan Tahun: Warga Candra Kencana Harus Relakan Tanah Garapan ke Pihak Bandar Dewa
Hari Kedelapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Perkuat Ekonomi Desa Lewat Penyuluhan BUMDes, PAJALE, dan UMKM  
Gotong Royong Satgas TMMD & Warga Desa Baru Raharja: Pengecoran Gorong-Gorong Dikebut Agar Segera Bermanfaat  

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Oknum Gapoktan Tiyuh Balam Jaya Diduga Selewengkan BBM Bersubsidi

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bentuk Kebanggaan Sekolah: SMPN 1 Tulang Bawang Barat Dukung Adelia Faranisa Azni di CTV 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Raisya Aulia Jalani Pra-Kontrak Bersama Manajemen CTV, Langkah Nyata Mengukir Karier di Dunia Hiburan  

Senin, 27 Juli 2026 - 14:05 WIB

DPP PSI Resmi Cabut SK Lama, Tetapkan Susunan Baru DPD PSI Tulang Bawang Barat Periode 2025–2030

Senin, 27 Juli 2026 - 11:58 WIB

DPK APINDO Tulang Bawang Barat Mulai Safari Perusahaan, Kunjungan Perdana ke PT Huma Indah Mekar  

Berita Terbaru