JAKARTA , Teras Informasi – Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS) menegaskan bahwa kebijakan moratorium atau penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus disertai dengan skema yang jelas dan terukur, bukan sekadar dihentikan yang justru berisiko melumpuhkan ekosistem ekonomi yang sudah terbentuk di tingkat akar rumput.
Sekretaris Jenderal HMD-GEMAS, Yusuf Supriadi, SE, menyampaikan pandangan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi organisasi yang bertajuk “Moratorium Itu Harus Dengan Skema, Bukan Membunuh Ekonomi Warga Negaranya!”.
Menurutnya, program ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, sehingga langkah penghentian harus menjadi momen evaluasi dan perbaikan, bukan alasan untuk mematikan ratusan hingga ribuan dapur rakyat yang telah bersiap dan berinvestasi dengan itikad baik.
“Moratorium bukan berarti menghentikan harapan. Keputusan yang diambil tidak boleh hanya dilihat dari sisi anggaran sempit, melainkan harus dihitung dengan kacamata kebangsaan,” tegas Yusuf.
Dalam pandangannya, perhitungan kebijakan tidak boleh hanya bersifat linier, melainkan harus mempertimbangkan empat aspek risiko besar:
✅ Risiko kepercayaan publik — Keputusan yang tidak adil dan transparan dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
✅ Risiko kepercayaan investor — Ketidakpastian kebijakan membuat pelaku usaha ragu, bahkan berpotensi memindahkan investasi ke negara lain.
✅ Risiko kepercayaan pasar global — Stabilitas dan kepastian hukum menjadi tolok ukur dunia internasional dalam menilai citra Indonesia.
✅ Risiko jabatan Presiden — Kebijakan yang tidak tepat dapat dijadikan amunisi politik untuk melemahkan kredibilitas pimpinan nasional.
HMD-GEMAS mengusulkan agar jika moratorium tetap diberlakukan, harus disertai langkah-langkah konkret berikut:
→ Melakukan audit dan evaluasi yang adil, transparan, dan berbasis data;
→ Memberikan kepastian bagi 12.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah melalui tahap persiapan;
→ Menerapkan sistem grading dan insentif berbasis kinerja dan kesesuaian standar;
→ Menjamin keberlanjutan program tanpa mematikan roda ekonomi rakyat yang sudah berjalan.
“Kebijakan yang bijak adalah yang mampu menjaga ekonomi rakyat, memperkuat kepercayaan, sekaligus melindungi kepercayaan kepada Presiden dan negara,” tambah Yusuf.
Organisasi ini mengingatkan bahwa keputusan yang diambil hari ini akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat di masa mendatang. “Jangan matikan semangat rakyat membangun bangsa, jangan rusak kepercayaan yang sudah dibangun dengan susah payah, dan jangan beri celah bagi pihak yang ingin melemahkan kepemimpinan nasional,” pungkasnya.
HMD-GEMAS menegaskan komitmennya sebagai mitra bangsa yang siap mendukung penyempurnaan program agar tetap berjalan efektif, bermanfaat, dan berkelanjutan demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Sumber: Rilis DPP HMD GEMAS
Tanggal: 28 Juni 2026
![]()
Penulis : Rilis DPP HMD GEMAS
Editor : Ahmad Sobirin














