TULANG BAWANG BARAT – TERAS INFORMASI – Menjelang bulan suci Ramadhan, ziarah kubur ke makam orang tua, keluarga, saudara, maupun para ulama telah menjadi tradisi bagi masyarakat muslim Indonesia. Banyak peziarah yang pulang kampung untuk melakukannya, biasanya mulai sepekan menjelang Ramadhan.
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Tiyuh Daya Asri bersama Pemerintah Tiyuh Daya Asri juga menggelar kegiatan ziarah kubur tersebut. Acara yang berlangsung di pemakaman umum Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat pada Senin (16/02/2026) diisi dengan dzikir dan doa yang diimami oleh KH. Nur Muslim dan H. Sahudi Mistam. Kegiatan berjalan lancar dan khidmat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut salah satu panitia, Bagio Saputro, ziarah kubur sebelum Ramadhan menjadi bentuk persiapan batin menyambut bulan suci. “Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal,” ujarnya.
Bagio menambahkan, mengunjungi makam mengingatkan bahwa hidup bersifat sementara. “Kesadaran ini mendorong lahirnya niat untuk menjalani Ramadhan dengan lebih sungguh-sungguh, penuh taubat, dan menjauhi maksiat. Oleh karena itu, ziarah kubur menjadi refleksi diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Gati Susanto
Editor : Ahmad Sobirin



.png)










