Cerpen “Sang Guru Berbagai Sebutan”

Oleh : Macan Sumatera

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERAS INFORMASI — Pagi di sekolah selalu datang dengan cahaya yang lembut, menelusup di antara jendela kelas yang setengah terbuka. Angin membawa harum dedaunan dari halaman yang masih basah oleh embun. Di tempat aku mengajar, sebuah SMA yang riuh oleh suara remaja dan harapan, hidup berjalan dengan irama yang sederhana namun penuh makna. Di situlah hari-hariku berlabuh, di antara papan tulis, buku pelajaran, dan percakapan hangat di ruang guru.

 

Teman-teman guru seprofesi memanggilku dengan banyak sebutan. Namun yang paling sering terdengar tetaplah panggilan sederhana: Pak Maskut. Panggilan itu mengalir ringan dari bibir mereka, seperti sapaan akrab yang sudah lama tumbuh bersama waktu.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ada pula yang memanggilku Ustadz. Mungkin karena aku mengajar pelajaran agama Islam, berdiri di depan kelas menjelaskan ayat-ayat suci, atau mengajak murid-murid merenungi makna hidup yang tak selalu tertulis di buku pelajaran. Dalam panggilan itu, terasa sebuah harapan: agar kata-kata yang kuucapkan bukan sekadar ilmu, melainkan juga cahaya kecil bagi hati mereka.

Baca Juga :  Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

 

Sebagian lagi memanggilku Pak Haji. Gelar itu datang setelah langkah kakiku pernah menapaki tanah suci, ketika doa-doa pernah terbang bersama jutaan harap manusia di hadapan Ka’bah. Setiap kali panggilan itu terdengar, hatiku selalu teringat pada langit Mekah yang luas, pada air mata yang jatuh dalam sujud panjang.

 

Ada juga yang memanggilku Pak Kiyai. Entah sejak kapan sebutan itu melekat. Mungkin karena aku sering diminta menjadi imam ketika azan Dzuhur menggema dari masjid sekolah. Di antara saf-saf yang lurus, aku berdiri dengan hati bergetar, memimpin doa-doa sederhana yang kami titipkan kepada langit.

 

Begitu pula ada teman yang bahkan memanggilku dengan Babe. Mereka tahu persis setiap kali mendengar ceritaku tentang mudik ke Jakarta saat Lebaran tiba. Katanya, seperti orang Betawi jika sudah lama bercerita tentang hiruk-pikuk ibu kota dan kenangan keluarga yang menunggu di sana.

Baca Juga :  Ternyata, Ketua Muhammadiyah Tubaba Alumnus MTS Matholiul Falah Candra Kencana

 

Lalu ada pula yang memanggilku Opa. Panggilan yang terdengar paling jenaka sekaligus paling hangat. Sebab setiap kali bertemu teman satu ini yang sudah punya anak, aku selalu bertanya dengan pertanyaan, “Bagaimana kabar cucuku hari ini?” Merekapun jawab serius “baik Opa”, dan sejak saat itu gelar Opa pun melekat padaku.

 

Aku sering tersenyum memikirkan semua panggilan itu. Setiap sebutan seperti cermin kecil yang memantulkan sisi-sisi kehidupan yang berbeda: guru, sahabat, sejawat, perantau, bahkan kakek dalam canda. Seakan-akan hidup memberi banyak nama untuk satu perjalanan yang sama.

 

Pada akhirnya, apa pun panggilan mereka, aku tetaplah seorang guru yang mencoba berjalan sederhana di lorong-lorong sekolah ini. Di antara suara bel pelajaran dan langkah kaki para siswa, aku belajar bahwa hidup bukan soal bagaimana orang memanggil kita. Melainkan bagaimana kita memberi arti pada setiap panggilan itu dengan ketulusan, dengan tawa, dan dengan hati yang selalu ingin berbagi kebaikan.

Penulis : Maskut CN

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPQ Darul Furqon Al Qodiri Resmi Kantongi Izin Operasional, Langkah Nyata Mencetak Generasi Qur’ani di Tubaba
Azam Fathan Athariz, Santri TPA Baitul Makmur, Tampil Tenang Baca Al-Qur’an di Hadapan Ustadz Abdul Somad
Pengelolaan ZIS Tata Kelola yang Baik Jadi Kunci Amanah dan Keberkahan
SMA YP Unila Meriahkan Karnaval Dies Natalis FKIP Unila dengan Seni Multikultural
FORZA SMANILA DAN TIM MODERN DANCE SMA YP UNILA RAIH JUARA 1 AJANG DBL COMPETITION 2026
Zakat Menyala di Dunia Pendidikan BAZNAS Tubaba Salurkan Beasiswa Akademik untuk 30 Pelajar Gunung Terang dan Batu Putih
Kemendikdasmen Terbitkan 6 Permendikdasmen Tahun 2026 untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia
GENERASI X: HIDUP SEDERHANA, KAYA KEBERSAMAAN DAN KENANGAN BERHARGA

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:57 WIB

Cerpen “Sang Guru Berbagai Sebutan”

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:50 WIB

TPQ Darul Furqon Al Qodiri Resmi Kantongi Izin Operasional, Langkah Nyata Mencetak Generasi Qur’ani di Tubaba

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:54 WIB

Azam Fathan Athariz, Santri TPA Baitul Makmur, Tampil Tenang Baca Al-Qur’an di Hadapan Ustadz Abdul Somad

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:16 WIB

Pengelolaan ZIS Tata Kelola yang Baik Jadi Kunci Amanah dan Keberkahan

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:27 WIB

SMA YP Unila Meriahkan Karnaval Dies Natalis FKIP Unila dengan Seni Multikultural

Berita Terbaru

Daerah

PADAT! Bandara Soetta Ramai Penumpang Arus Balik Lebaran

Minggu, 29 Mar 2026 - 08:53 WIB