TERAS INFORMASI PANARAGAN – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara yang diselenggarakan di Aula Lantai III Sekretariat Pemkab Tubaba pada Rabu (04/03/2026) menjadi momentum krusial untuk menyinkronkan kebijakan pusat, provinsi, dan daerah.
Hadir langsung dalam agenda tersebut Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., yang disambut oleh Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama Wakil Bupati Nadirsyah dan jajaran Forkopimda.
Dalam laporannya, Bupati Novriwan Jaya mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap percepatan pembangunan di “Bumi Ragem Sai Mangi Wawai”. Ia menyoroti kemajuan sektor infrastruktur jalan sebagai urat nadi ekonomi masyarakat.
“Tahun 2026 ini, Tubaba mendapatkan alokasi untuk tujuh ruas jalan strategis. Salah satu yang paling dinantikan adalah ruas Penumangan–Unit 6, yang menjadi suntikan semangat luar biasa bagi konektivitas antarwilayah,” ujar Novriwan.
Sektor kesehatan juga mengalami transformasi. Dengan dana pusat senilai Rp130 miliar, RSUD Tubaba kini bersiap menjadi rumah sakit rujukan unggulan, mampu melayani lebih dari 200 pasien rutin hemodialisis dan fokus pada penanganan penyakit kronis seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Gubernur Lampung dalam arahannya menekankan bahwa wewenang pemerintah harus bermuara pada pelayanan rakyat, khususnya menyoroti potensi ekonomi dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Anggaran MBG di Tubaba mencapai Rp497,7 miliar. Jika dibagi ke 100 desa, setiap desa berpotensi mendapatkan aliran ekonomi sekitar Rp4 miliar per tahun. Kepala Desa harus cerdas agar bahan baku berasal dari dalam Tubaba, dengan UMKM dan petani lokal sebagai pemain utama,” tegas Gubernur.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai tambah komoditas unggulan seperti singkong dan jagung agar tidak hanya menjadi bahan mentah yang keluar daerah. Sebagai solusi fluktuasi harga, Provinsi Lampung memperkenalkan Program Koperasi Desa Merah Putih untuk memutus rantai tengkulak luar daerah dengan armada transportasi sendiri dan menjaga stabilitas harga di tingkat desa.
Gubernur juga menjanjikan dukungan berupa Pupuk Organik Cair (POC) yang diproyeksikan meningkatkan produktivitas lahan hingga 15-20%, serta bantuan mesin pengering (dryer) berkapasitas 20 ton untuk menjaga kualitas panen jagung dan padi saat harga pasar tidak stabil.
Di akhir acara, Gubernur mengumumkan pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp10 juta per desa untuk mendukung program “Desa Maju”. Ia juga menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Saya minta Pak Bupati dan para Kepala Desa, jangan sampai ada anak di Tubaba yang putus sekolah. Semua harus tuntas minimal hingga jenjang SMA,” pungkasnya.
Musrenbang ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Tubaba untuk mencapai target makro ekonomi tahun 2027, selaras dengan visi Lampung Maju dan program ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., jajaran Forkopimda, Wakil Ketua I DPRD Tubaba, Sekda Tubaba Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., pejabat pimpinan tinggi pratama, seluruh Camat, dan Kepala Desa se-Kabupaten Tubaba.
![]()
Penulis : Komdigi Tubaba
Editor : Ahmad Sobirin



.png)










