Ketika Rakyat Berduka, Sang Bupati Pergi Umroh: Potret Pemimpin “Koplak”

Oleh Ahmad Basri, Ketua Kajian Kritis Kebijakan Publik Pembangunan (K3PP)

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAJUK TERAS INFORMASI — Ada banyak jenis kebodohan dalam dunia politik, tetapi yang paling berbahaya adalah kebodohan yang dilakukan oleh seorang pemimpin ketika rakyatnya sedang berada dalam situasi krisis.

Dan itulah yang dilakukan oleh Bupati Aceh Besar, Aceh. Sikapnya yang memilih pergi umroh di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa warganya adalah contoh telanjang dari pemimpin yang koplak dalam berpikir dan bertindak.

Tidak ada yang melarang orang pergi umroh. Tapi ketika seorang bupati, pemimpin tertinggi di daerah menghilang, justru pada saat rakyat butuh kehadiran dan komandonya, tindakan itu bukan hanya tidak etis, tetapi juga menunjukkan bahwa nalar kepemimpinannya telah runtuh. Otaknya kosong.

Pemimpin koplak bukan soal pendidikan rendah atau cerdas tidaknya seseorang. Ini soal kegagalan membaca situasi, hilangnya kepekaan sosial, serta runtuhnya kemampuan menimbang prioritas pekerjaan.

Apa urgensinya pergi umroh ketika daerahnya sedang dilanda bencana? Apa tidak bisa ditunda sebentar?

Orang awam pun paham bahwa pemimpin harus berada di garis depan ketika bencana datang. Ketika rakyat berduka, pemimpin seharusnya hadir, bukan menghilang.

Tapi inilah wajah kepemimpinan yang kehilangan “sense of crisis”. Ketika rasa empati padam, pikiran pun ikut beku. Yang tersisa hanyalah ego, kesombongan, dan rasa tidak peduli.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19: Perubahan Besar dalam Tatanan Kehidupan Masyarakat Indonesia

Ironi ini makin lengkap ketika partai politiknya dengan cepat memberhentikannya dari jabatan ketua partai. Sebuah langkah simbolik menunjukkan perilakunya tidak hanya mengecewakan rakyat, tetapi juga mempermalukan institusi politik yang pernah menaunginya.

Sesungguhnya tindakan pergi umroh di tengah bencana bukan hanya kesalahan moral tetapi juga bunuh diri politik. Menghancurkan reputasinya sendiri. Dan memusnahkan peluang politiknya sendiri. Ini bukan lagi blunder tetapi kebodohan.

Dan bila masih ada pihak yang berniat mencalonkan kembali sosok seperti ini untuk memimpin daerah, hal itu membuktikan bahwa kita sedang hidup dalam lingkaran manusia yang sama-sama “koplak” yang tidak belajar dari kenyataan.

Penulis : Ahmad Basri : Ketua Kajian Kritis Kebijakan Pembangunan (K3PP)

Editor : Ahmad Sobirin

Follow WhatsApp Channel terasinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Double Anniversary, Tubaba Fun Run 2026 Siap Gebrak Pasar Pulung Kencana!
Lepas Purna Bhakti Inspektur Perana Putera, Bupati Tubaba Bagikan “Rumus 10 Tahun” Jelang Pensiun
PADAT! Bandara Soetta Ramai Penumpang Arus Balik Lebaran
Kabar Duka: Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Berpulang
RIBUAN UMAT MUSLIM SHOLAT IDUL FITRI 1447 H DI GRAND DEPOK CITY
Pemerintah Tulang Bawang Barat Undang Masyarakat Hadiri Sholat Idul Fitri 1447 H
Hilal 29 Ramadhan 1447 H Tidak Memenuhi Kriteria Imkanur Rukyah
LF PBNU: Hilal 29 Ramadhan Belum Memenuhi Kriteria, Minta Kemenag Konsisten dengan Peraturan
Tag :
Apa urgensinya pergi umroh ketika daerahnya sedang dilanda bencana? Apa tidak bisa ditunda sebentar?

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:34 WIB

Rayakan Double Anniversary, Tubaba Fun Run 2026 Siap Gebrak Pasar Pulung Kencana!

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:35 WIB

Lepas Purna Bhakti Inspektur Perana Putera, Bupati Tubaba Bagikan “Rumus 10 Tahun” Jelang Pensiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:53 WIB

PADAT! Bandara Soetta Ramai Penumpang Arus Balik Lebaran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:11 WIB

Kabar Duka: Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Berpulang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:10 WIB

RIBUAN UMAT MUSLIM SHOLAT IDUL FITRI 1447 H DI GRAND DEPOK CITY

Berita Terbaru

Daerah

PADAT! Bandara Soetta Ramai Penumpang Arus Balik Lebaran

Minggu, 29 Mar 2026 - 08:53 WIB