TERAS INFORMASI – MAKASSAR – Banyak yang masih meragukan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional, namun angka dari data global justru menunjukkan program ini masuk dalam peringkat terbesar di dunia.
Berdasarkan data dari World Food Programme (WFP) tahun 2025 dan pembaruan khusus untuk Indonesia per 3 Maret 2026 yang dirilis Badan Gizi Nasional, Indonesia menempati posisi kedua dengan total 61.239.037 penerima manfaat, di mana 49.057.682 di antaranya adalah siswa di sekolah.
Peringkat pertama dipegang oleh India dengan 118 juta anak, diikuti Brasil (38 juta), China (34 juta), dan Amerika Serikat (30 juta). Dari 174 negara di dunia, hanya 107 negara yang menjalankan program makan sekolah sebagai program nasional.
Program makan di sekolah di berbagai negara telah terbukti memberikan dampak positif, antara lain memperbaiki status gizi anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan. Prinsip dasarnya sederhana: anak yang tidak lapar dan mendapatkan gizi cukup akan memiliki akses yang lebih baik untuk mengembangkan potensinya.
“Indonesia sedang berupaya memastikan jutaan anak tidak harus belajar dengan perut kosong. Baik ada yang setuju atau tidak, diskusi terkait program ini memang penting untuk terus memperbaikinya, namun satu hal yang tidak bisa dinafikan: anak Indonesia membutuhkan gizi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang,” demikian dapat disimpulkan dari informasi yang diterima Teras Informasi, di kutip dari pernyataan resmi Irjen. Pol (Purn) Sony Sanjaya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
![]()
Penulis : Redaksi
Editor : Ahmad Sobirin
Sumber Berita: https://www.facebook.com/share/p/1GhUrwa31P/



.png)










